Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
5 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Persiapan Maksimal, Menpora Erick Yakin Indonesia Capai Target 82 Emas di ASEAN Para Games 2025

Persiapan Maksimal, Menpora Erick Yakin Indonesia Capai Target 82 Emas di ASEAN Para Games 2025
Menpora Erick Thohir saat memberikan motivasi atlet Indonesia yang akan tampil di ASEAN Para Games Thailand 2025. (Foto: Kemenpora)
Sabtu, 10 Januari 2026 18:03 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SURAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir meyakini target 82 emas yang dicanangkan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia dalam ASEAN Para Games Ke-13 Thailand 2025 bisa tercapai, karena persiapan yang dilakukan oleh kontingen merah putih tetap dilakukan semaksimal mungkin.

“Tentu apresiasi yang setinggi-tingginya kepada NPC, chef de mission, beserta tim, dan para manajer atlet yang mempersiapkan dengan segala limitasi yang ada, tetapi targetnya masih 82 emas. Ini luar biasa,” kata Menpora seusai pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 di Pendopo Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Terlebih lagi, data menunjukkan Kontingen Indonesia mengakhiri keikutsertaannya di  ASEAN Para Games dengan rata-rata menempati peringkat satu atau dua. Bahkan dalam tiga kali penyelenggaraan pesta olahraga penyandang disabilitas terbesar s-Asia Tenggara ini Indonesia selalu menjadi juara umum.

“Tinggal bagaimana kalau kita mau ranking dua ataupun ranking tiga, selain tuan rumah, kita harus memperhitungkan juga negara-negara tetangga seperti Vietnam dan Malaysia yang memang punya persiapan atlet yang baik juga,” urai Menpora yang akan datang langsung ke Thailand untuk memberikan dukungan.

Kemenpora, sebut Menpora Erick, juga melakukan introspeksi dan transformasi, baik untuk NPC maupun Komite Olimpiade Indonesia (KOI), mengenai program-program jangka pendek, menengah dan panjang. Khususnya dalam persiapan  mengikuti berbagai ajang multievent dunia, dan setelahnya.

Program-program tersebut di antaranya bagaimana para atlet memiliki jenjang karier setelah kelak tak lagi berjuang di arena, sehingga akan dibuat roadmap jenjang karier dalam program pembinaan tenaga olahraga untuk disabilitas.

“Artinya kita sebagai pembina ini benar-benar memperhatikan para atlet seutuhnya, bukan saat mereka berjaya saja. Bapak Presiden juga meminta saya mempelajari bagaimana nanti dana pensiun atlet yang kita sedang godok. Nah ini yang saya ingin lakukan bersama-sama tim saya, Pak Wamenpora, benar-benar mentransformasi supaya ini tidak hanya sebatas persiapan, tetapi juga pasca dari pertandingan itu sendiri,” imbuhnya. 

Perihal bonus untuk atlet ASEAN Para Games, Menpora Erick menyampaikan sudah mengajukan dan masih menunggu keputusan Presiden. Diharapkan nilainya sama dengan bonus untuk atlet SEA Games, sebagaimana formula sebelum-sebelumnya.

"Tetapi bonus saja tidak cukup. Kemarin kami membuat program yang namanya literasi finasial, supaya bonus-bonus yang didapatkan itu benar-benar bermanfaat untuk masa depan. bukan cuma bonus yang dipakai untuk keseharian, tetapi untuk masa depan. Program-program seperti inilah yang akan disinergikan salah satunya dengan NPC, dengan tokoh-tokoh yang peduli olahraga. "Saya berharap tentu dengan segala kerendahan hati, kita konsolidasi untuk prestasi Indonesia, hari ini dan yang masa datang," tegasnya. ***

wwwwww