Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Badminton

‎FAKTA: Rusun Jadi Titik Balik Hidup Warga Gusuran TPU Kebon Nanas

‎FAKTA: Rusun Jadi Titik Balik Hidup Warga Gusuran TPU Kebon Nanas
Rusunawa Cibesel rumah baru warga penghuni TPU Kebon Nanas. (Ist).
Minggu, 11 Januari 2026 16:50 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Warga Kampung Ujung di kawasan TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, mulai menempati hunian baru di rumah susun (rusun) pada awal 2026 setelah melalui proses relokasi panjang pascapenertiban kawasan pemakaman.

‎Relokasi ini menjadi titik awal kehidupan yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya tinggal di area kuburan tanpa kepastian hunian. 

‎
‎Wakil Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia, Azas Tigor Nainggolan mengatakan, relokasi ke rusun merupakan langkah penting untuk memulihkan hak dasar warga atas tempat tinggal yang manusiawi sekaligus masa depan anak-anak mereka. 
‎
‎"Ini bukan sekadar pindah rumah, tetapi awal hidup baru bagi warga yang puluhan tahun tinggal di lingkungan tidak layak," ujar Azas dalam keterangan tertulis, Minggu (11/1/2026). 
‎
‎Menurut Azas, proses relokasi telah berlangsung sejak November 2025 dan melibatkan pendampingan intensif, mulai dari sosialisasi, pendataan kebutuhan, hingga pengurusan administrasi kependudukan. 
‎
‎Salah satu kendala utama adalah status perkawinan warga yang belum tercatat secara hukum, sehingga harus diselesaikan terlebih dahulu agar memenuhi syarat penghuni rusun. 
‎
‎Pemkot Jakarta Timur bersama pendamping warga kemudian memfasilitasi pernikahan massal agar keluarga dapat tinggal bersama dalam satu unit rusun. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, warga mulai dipindahkan ke sejumlah rusun, antara lain Cipinang Besar Selatan, Cipinang Besar Utara, Cipinang Muara, PIK Pondok Kopi, Pulau Jahe, dan Pulo Gebang. 
‎
‎Setiap keluarga menempati unit rusun dengan dua kamar tidur, ruang tamu, dapur, kamar mandi, serta ruang jemur. Selain itu, warga juga menerima bantuan sembako, dana pindah, dan fasilitas angkutan barang. 
‎
‎Khusus warga lanjut usia di atas 60 tahun, pemerintah memberikan fasilitas hunian gratis seumur hidup, sementara warga lainnya dibebaskan dari biaya sewa selama enam bulan pertama. 
‎
‎Azas menuturkan, perubahan paling terasa dirasakan oleh anak-anak warga yang kini memiliki alamat resmi dan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat. 
‎
‎"Anak-anak tidak lagi malu menyebutkan alamat rumahnya. Mereka bangga tinggal di rusun dengan alamat jelas," katanya. 
‎
‎Ia menegaskan, relokasi ini harus menjadi model penataan kota yang berkeadilan, di mana penertiban kawasan kumuh atau ilegal diikuti dengan penyediaan hunian layak yang terjangkau. 
‎
‎"Jika anak-anak senang dan masa depan mereka lebih baik, maka relokasi ini patut disebut berhasil," pungkas Azas. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww