Pramono: Waduk Batu Licin Perkuat Sistem Kendali Banjir Jakarta
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan Waduk Batu Licin, Cilangkap, Jakarta Timur. (Ist) |
Senin, 12 Januari 2026 12:34 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan Waduk Batu Licin di Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (12/1/2026), sebagai upaya konkret Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menekan genangan dan memperkuat sistem pengendalian banjir.
Pram menegaskan, pengendalian banjir menjadi prioritas utama sejak awal masa jabatannya. Pembangunan waduk dilakukan secara terencana untuk meningkatkan daya tampung air sekaligus mengurangi genangan saat hujan deras.
"Sejak awal menjabat, persoalan banjir menjadi salah satu perhatian utama saya. Karena itu, pembangunan waduk dilakukan secara serius dan terencana," ujar Pram dalam keterangan tertulis.
Waduk yang sebelumnya bernama Waduk Giri Kencana itu kini resmi berganti nama menjadi Waduk Batu Licin, menyesuaikan dengan rekam sejarah kawasan.
Waduk ini memiliki luas lahan sekitar 4,5 hektare dengan area tampungan air 2,7 hektare, kapasitas tampung sekitar 92.000 meter kubik, dan kedalaman mencapai enam meter.
Pram menyebut, berdasarkan testimoni warga, wilayah Cilangkap sebelumnya kerap tergenang setiap kali hujan lebat. Dengan beroperasinya Waduk Batu Licin, potensi genangan dinilai dapat ditekan secara signifikan.
"Sembilan waduk telah dibangun dan tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Barat, dengan tujuan utama mengurangi genangan di kawasan permukiman padat," katanya.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, Waduk Batu Licin juga dikembangkan sebagai ruang publik. Sejumlah fasilitas disediakan, mulai dari jogging track, lapangan basket, musala, hingga area rekreasi warga.
Menurut Pram, pembangunan waduk merupakan bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir yang terintegrasi dengan program normalisasi Sungai Ciliwung, Sungai Sunter, dan Kali Krukut. Upaya tersebut diperkuat dengan sistem pompa serta pemantauan harian terhadap curah hujan dan potensi rob.
"Dengan dukungan sistem pompa yang ada serta pemantauan harian, Alhamdulillah saat ini jika terjadi genangan, dalam waktu satu hingga satu setengah jam sudah dapat tertangani," ucapnya.
Ia menambahkan, sebelum waduk dibangun, kawasan tersebut tidak memiliki area resapan dan tampungan air yang memadai. Kehadiran Waduk Batu Licin sebagai daerah tangkapan air baru diharapkan memperkuat sistem pengendalian banjir di wilayah sekitarnya.
Saat ini, lima waduk di Jakarta Timur telah rampung dibangun, disusul dua waduk di Jakarta Selatan dan dua waduk di Jakarta Barat. Secara keseluruhan, keberadaan waduk-waduk tersebut ditargetkan meningkatkan ketahanan Jakarta terhadap risiko banjir.
Pram juga membuka pemanfaatan kawasan waduk untuk aktivitas masyarakat, termasuk memancing, tanpa pungutan biaya.
"Silakan dimanfaatkan dan digratiskan tanpa pungutan. Namun masyarakat juga harus bersama-sama menjaga fasilitas publik ini agar tetap tertata dan berkelanjutan," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













