Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

FPPJ: Hujan Lokal Picu Banjir Jakarta Jadi Alarm Serius

FPPJ: Hujan Lokal Picu Banjir Jakarta Jadi Alarm Serius
‎Ketua Umum FPPJ, Endriansyah (Rian).
Selasa, 13 Januari 2026 12:39 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) menyoroti kinerja Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta terkait masih maraknya genangan yang terjadi di sejumlah wilayah ibu kota saat terjadi hujan lokal.

‎Ketua Umum FPPJ, Endriansyah (Rian) mengatakan, kondisi ini menunjukkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar saluran air di Jakarta agar mampu menampung curah hujan ekstrem.

‎
‎Menurutnya, standar desain dan kapasitas saluran air yang ada saat ini sudah tidak lagi relevan dengan perubahan iklim dan pola curah hujan yang semakin tidak menentu. 
‎
‎"Standar saluran di Jakarta harus dievaluasi. Jika tidak mampu menampung hujan ekstrem, maka genangan akan terus berulang dan masyarakat yang dirugikan," kata Rian, Selasa (13/1/2025).
‎
‎Ia menambahkan, genangan yang terjadi akibat curah hujan lokal menjadi bukti nyata adanya kegagalan dalam pengelolaan sistem drainase.
‎
‎Jika hujan lokal saja tidak mampu diantisipasi dengan baik, maka Jakarta berada dalam posisi rawan ketika menghadapi kombinasi ancaman banjir dari hulu, banjir kiriman, dan pasang air laut (rob).
‎
‎"Jakarta masih menghadapi ancaman banjir dari hulu dan hilir. Kalau persoalan banjir lokal saja tidak bisa dihadapi, maka ada potensi bahaya besar jika tiga faktor banjir terjadi secara bersamaan. Ini harus menjadi alarm serius bagi Pemprov DKI," tegasnya.
‎
‎Ia juga mengkritik sikap Kepala Dinas SDA DKI yang dinilai tidak turun langsung ke lapangan saat terjadi banjir atau genangan. Padahal, kehadiran pimpinan di lokasi sangat penting untuk mengetahui persoalan secara riil sekaligus mencari solusi cepat dan tepat.
‎
‎"Seorang Kadis SDA seharusnya turun langsung ke lapangan. Dengan melihat kondisi nyata, masalah teknis bisa dipahami lebih cepat, dan solusi yang diambil juga lebih tepat sasaran. Jangan hanya menerima laporan di atas meja," ucapnya.
‎
‎Lebih jauh, FPPJ menilai Jakarta membutuhkan Kepala Dinas SDA yang berperan sebagai “jenderal lapangan”, bukan sekadar pejabat administratif. Sosok tersebut harus responsif, tegas, dan siap memimpin langsung penanganan banjir di lapangan.
‎
‎"Jakarta perlu Kadis SDA yang menjadi jenderal lapangan, bukan bergaya priyayi. Banjir adalah persoalan darurat yang membutuhkan kepemimpinan kuat, keberanian mengambil keputusan, dan kehadiran langsung di tengah masyarakat," pungkas Rian. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww