Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudin LH Klaim Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Terkendali

Sudin LH Klaim Sampah di Pasar Induk Kramat Jati Sudah Terkendali
Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. (Ist)
Selasa, 13 Januari 2026 12:11 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Upaya pengendalian sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menunjukkan hasil signifikan. Tumpukan sampah lama yang sempat menggunung kini berkurang drastis setelah pengangkutan intensif selama lima hari terakhir oleh Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) Jakarta Timur.

Kepala Satuan Pelaksana Sudin LH Kecamatan Kramat Jati, Dwi Firmansyah menyatakan, volume sampah telah menyusut tajam dibandingkan kondisi awal.

‎
‎"Karena memang tumpukannya sudah sangat jauh berkurang, dari mulai setinggi enam meter, sekarang cuma tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Ini tumpukan sampah lama, mudah-mudahan segera kita bisa tuntaskan," kata Dwi saat dikonfirmasi, Selasa (13/1/2026).
‎
‎Pengurangan tersebut dilakukan dengan pengerahan ratusan armada truk menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Hingga hari kelima penanganan, sebanyak 168 truk telah mengangkut hampir 2.000 ton sampah lama dari kawasan pasar.
‎
‎"Dari tumpukan setinggi sekitar enam meter, sekarang tinggal sisa beberapa meter kubik saja. Kondisinya sudah jauh lebih kondusif," ujar Dwi.
‎
‎Pada Senin (12/1), Sudin LH Jakarta Timur kembali menurunkan 36 kendaraan tambahan dengan target pengangkutan 350 hingga 500 ton. Dengan skema dua rit per hari, total sampah yang terangkut diproyeksikan melampaui 2.300 ton.
‎
‎Penurunan volume sampah juga berdampak langsung pada kondisi lingkungan sekitar pasar, terutama berkurangnya bau menyengat yang sebelumnya dikeluhkan warga.
‎
‎"Sekarang baunya sudah tidak seperti sebelumnya, hanya bau normal. Ini karena volume sampah lama yang membusuk sudah jauh berkurang," ucap Dwi.
‎
‎Menurutnya, prioritas pengangkutan diarahkan pada sampah lama yang telah membusuk karena berpotensi menimbulkan bau lebih tajam. Meski sempat terkendala kondisi sampah yang basah dan padat, penggunaan alat berat dinilai mampu mempercepat proses pemindahan.
‎
‎Dwi optimistis sisa tumpukan sampah dapat segera diselesaikan. Setelah itu, pengelolaan akan dikembalikan ke pola pengangkutan rutin harian guna mencegah penumpukan berulang.
‎
‎Penanganan masif ini dilakukan menyusul lonjakan volume sampah selama musim buah di Pasar Induk Kramat Jati. Sudin LH Jakarta Timur menargetkan pengendalian sampah tuntas dalam lima hari dengan dukungan puluhan armada perbantuan, pengemudi, operator alat berat, dan pengawas lapangan.
‎
‎Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari pelaksanaan Perda Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah serta Pergub Nomor 102 Tahun 2021 terkait kewajiban pengelolaan sampah di kawasan komersial.
‎
‎"Targetnya, hari ini kondisi sudah benar-benar terkendali," pungkas Dwi. ***

Editor:Senopati Ukoro
Sumber:Antaranews.com
Kategori:Badminton, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww