Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Momentum Bersejarah Pembongkaran Tiang Monorel, Hapus Simbol Kegagalan Pembangunan Jakarta

‎Momentum Bersejarah Pembongkaran Tiang Monorel, Hapus Simbol Kegagalan Pembangunan Jakarta
Tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. (Ist).
Selasa, 13 Januari 2026 11:02 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Pembongkaran tiang monorel di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan yang rencananya dilakukan mulai Rabu (14/1) besok dinilai menjadi momentum bersejarah bagi wajah pembangunan Ibu Kota.

Pengamat transportasi, Azas Tigor Nainggolan menyebut langkah ini bukan sekadar penataan kota, melainkan simbol keberanian pemerintah daerah mengakhiri persoalan lama yang selama bertahun-tahun tak terselesaikan.

‎
‎Menurut Tigor, keberadaan tiang monorel yang mangkrak selama kurun waktu 17 tahun telah menjadi “monumen kegagalan pembangunan” di Jakarta. Untuk itu, pembongkarannya memiliki makna penting dalam menghapus citra negatif tersebut.
‎
‎"Tiang monorel ini sudah lama menjadi simbol proyek yang gagal. Pembongkarannya adalah bentuk komitmen untuk membersihkan Jakarta dari warisan masalah pembangunan yang tidak tuntas," kata Tigor, Selasa (13/1).
‎
‎Ia menambahkan, kawasan Kuningan merupakan wilayah strategis yang menjadi pusat perkantoran nasional dan internasional, termasuk banyak kantor Kedutaan Besar negara sahabat. 
‎
‎Keberadaan tiang monorel mangkrak di kawasan tersebut, kata Tigor, berpotensi menimbulkan preseden buruk di mata dunia internasional.
‎
‎"Kuningan adalah wajah Jakarta di mata global. Kalau ada proyek mangkrak selama belasan tahun, itu mencerminkan lemahnya tata kelola pembangunan.
‎Pembongkaran ini memperbaiki citra Jakarta sebagai kota global yang serius menata wilayahnya," tegasnya.
‎
‎Wakil Ketua Forum Warga Kota (FAKTA) Indonesia ini mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang dinilai berhasil menuntaskan persoalan yang tidak terselesaikan selama 17 tahun dan melewati beberapa periode kepemimpinan gubernur sebelumnya.
‎
‎"Ini bukan persoalan mudah. Selama 17 tahun masalah ini dibiarkan tanpa kepastian. Keberhasilan Mas Pram menuntaskannya menunjukkan keberanian dan ketegasan dalam mengambil keputusan strategis. Langkah ini sudah sangat tepat," jelasnya.
‎
‎Tigor menilai proses penyelesaian pembongkaran tiang monorel telah dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola pemerintahan yang baik.
‎ 
‎Ia menyoroti adanya koordinasi langsung yang dilakukan Pramono Anung dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pihak Kejaksaan sebagai langkah penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai koridor hukum.
‎
‎"Koordinasi dengan KPK dan Kejaksaan menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin gegabah. Ini dilakukan secara transparan, akuntabel, dan penuh kehati-hatian agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari," imbuhnya.
‎
‎Tigor menyebut, pembongkaran tiang monorel bukan hanya soal membersihkan fisik kota, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap kemampuan pemerintah menyelesaikan masalah besar.
‎
‎Pembongkaran tiang monorel diharapkan menjadi titik awal penataan kawasan Kuningan yang lebih rapi, estetis, dan berkelas internasional, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam membangun kota yang berwibawa, tertib, dan berkelanjutan.
‎
‎"Ini adalah pesan bahwa Jakarta tidak boleh lagi meninggalkan proyek mangkrak. Setiap pembangunan harus direncanakan matang, dieksekusi dengan baik, dan diselesaikan sampai tuntas," ujarnya.
‎
‎Tidak kalah penting, lanjut Tigor, keberadaan tiang monorel yang mengambil ruang jalan dapat membahayakan keselamatan pengendara. Sebab, sudah ada kejadian kecelakaan kendaraan menabrak tiang monorel.
‎
‎"Kebijakan ini juga menjadi upaya Pemprov DKI melindungi masyarakat. Pemprov DKI punya hak untuk membongkar tiang monorel sebagai langkah kongkret menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan berlalu lintas," pungkas Tigor. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww