Pramono Anung Optimistis Bank Jakarta IPO Tahun 2027
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Sabtu, 24 Januari 2026 21:19 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung optimistis Bank Jakarta dapat melantai di bursa melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) pada tahun depan.
Optimisme tersebut didukung oleh penguatan budaya kerja, profesionalisme, serta kesiapan fundamental perusahaan.
Keyakinan itu disampaikan Pram saat rapat kerja Bank Jakarta di Hotel Pullman, Podomoro City, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026). Menurutnya, pembangunan corporate culture menjadi fondasi utama dalam mempersiapkan Bank Jakarta sebagai perusahaan terbuka.
Pram menegaskan, budaya kerja harus dibangun sejak dini dan melekat pada seluruh insan Bank Jakarta. Corporate culture yang kuat dinilai akan menentukan arah perusahaan, kualitas kinerja, serta daya saing, terutama dalam memenuhi tuntutan transparansi sebagai perusahaan publik.
"Untuk menjadi bank IPO, corporate culture itu harus betul-betul dibentuk dan menjadi bagian inheren dari perusahaan," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, Sabtu (24/1/2026).
Selain budaya kerja, Pramono juga menekankan pentingnya membangun teamwork yang efektif dengan mengedepankan pola kerja work smart.
Ia menilai dunia perbankan membutuhkan ketepatan, efisiensi, serta kecermatan dalam pengambilan keputusan.
"Saya menyarankan karena ini dunia perbankan, tidak perlu terlalu work hard, tetapi harus work smart," katanya.
Menurut Pram, teamwork yang cerdas, disiplin, dan didukung budaya organisasi yang kuat akan mendorong terciptanya sistem kerja yang lebih transparan. Dengan transparansi yang baik, potensi sengketa, intrik, dan kepentingan pribadi dapat diminimalkan.
Ia meminta, manajemen Bank Jakarta untuk terus meningkatkan profesionalisme dengan memperkuat efisiensi dan memangkas birokrasi. Pram menilai, birokrasi yang berlebihan dapat menurunkan daya saing dan menggerus kepercayaan publik.
"Kalau orang datang ke Bank Jakarta lalu melihat birokrasinya panjang, perusahaan tidak akan dianggap menjanjikan," tegasnya.
Pramono menekankan, kepercayaan atau trust merupakan kunci utama dalam dunia usaha. Ia berharap Bank Jakarta dapat memperluas basis nasabah dan tidak hanya bergantung pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kalau trust sudah terbangun, nasabah utamanya bukan lagi hanya Pemprov DKI, tetapi publik," tuturnya.
Dengan penguatan nilai teamwork, transparansi, debirokratisasi, serta kemampuan problem solving, Pram optimistis Bank Jakarta mampu melantai di bursa pada tahun depan dan menjadi bank yang dipercaya masyarakat luas.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo menyatakan, manajemen siap menindaklanjuti arahan Gubernur DKI Jakarta sekaligus mematangkan persiapan IPO melalui tiga inisiatif strategis sepanjang 2026.
"Sebagai bagian dari upaya memperkuat fundamental Bank Jakarta dan meningkatkan kepercayaan calon investor, kami menyiapkan tiga inisiatif besar strategis sepanjang 2026," pungkas Agus. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Korporasi, DKI Jakarta |













