Tragedi Kayu Gelondongan di Lereng Slamet, Satu Warga Purbalingga Tewas
![]() |
| Ilustrasi. Material kayu terbawa arus saat banjir bandang di Purbalingga. (reuters/ipa ibanez) |
JAKARTA – Suara gemuruh dari arah hulu Sungai Soso menjadi awal petaka bagi warga di Desa Serang dan Desa Sangkanayu. Banjir bandang yang membawa material lumpur dan kayu gelondongan ukuran besar menerjang pemukiman warga di lereng tenggara Gunung Slamet, Sabtu (24/1/2026) dini hari.
Bencana ini memakan korban jiwa. Solihah (26), warga Desa Serang, tidak sempat menyelamatkan diri dan meninggal dunia setelah terseret arus yang sangat kuat. Rumah tinggalnya kini rata dengan tanah setelah dihantam terjangan air dan material padat.
Tri Sasongko, warga RT 13 RW 05 Desa Sangkanayu, menceritakan bahwa situasi mulai mencekam sekitar pukul 03.15 WIB. Meskipun hujan di pemukiman tidak terlalu lebat, angin kencang telah menderu selama beberapa hari terakhir.
"Arah air dari atas. Tiba-tiba kencang banget luapan sungai karena tertutup material. Arus pertama bawa lumpur, tapi yang kedua datang lebih besar bawa kayu-kayu," paparnya.
Dampak penghancuran paling nyata terlihat pada kediaman Saryono, warga RT 14 RW 05 Desa Sangkanayu. Ia yang sedang tertidur lelap terbangun akibat kepanikan istrinya saat air masuk ke dalam rumah. Dalam kondisi gelap dan suara gemuruh yang menakutkan, ia menyaksikan bagaimana aset usahanya hancur seketika.
"Ternyata kayu yang datang sampai tiang rumah saya tertabrak kayu besar. Kalau sampai patah, rumah ini pasti ambruk," jelas Saryono.
Selain merusak fisik bangunan, banjir ini melumpuhkan ekonomi keluarga Saryono. Seluruh alat produksi batako dan paving, kantor usaha, hingga 500 buah material bangunan siap jual raib terbawa arus. Dua sepeda motor miliknya terseret, sementara satu kendaraan jenis Tossa tertimbun lumpur di bawah puing.
"Kerugiannya mungkin sampai ratusan juta. Padahal rencana saya mau bangun rumah lagi dari hasil usaha ini," tambahnya lesu.
Hingga kini, warga masih berupaya membersihkan sisa lumpur pekat di jalur utama menuju Basecamp Pos Bambangan. Keberadaan kayu-kayu gelondongan yang hanyut hingga ke pemukiman menjadi sorotan utama, mengingat dampak yang ditimbulkan jauh lebih destruktif dibandingkan sekadar luapan air sungai biasa. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | cnnindonesia.com |
| Kategori | : | Olympic, Jawa Barat |













