Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
13 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
17 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
17 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  PON

Luncurkan Aplikasi Digital, Baznas Bazis DKI Optimistis Zakat Ramadan Tembus Rp 150 Miliar

Luncurkan Aplikasi Digital, Baznas Bazis DKI Optimistis Zakat Ramadan Tembus Rp 150 Miliar
Acara Konferensi pers Baznas Bazis DKI Jakarta Menuju Ramadan 1447 Hijriah/2026 masehi dan Soft launching Baznas Bazis Apps.
Rabu, 11 Februari 2026 18:27 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
‎JAKARTA- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis DKI Jakarta menargetkan penghimpunan dana zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp 150 miliar pada Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Target ambisius itu disampaikan dalam konferensi pers dan soft launching Baznas Bazis Apps di Kantor Baznas/Bazis DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).

Ketua Baznas Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar menegaskan, Ramadan bukan sekadar momentum ibadah individual, melainkan kekuatan sosial untuk memperkuat solidaritas dan pemberdayaan masyarakat. 

‎
‎"Kami mengusung tema 'Dari Jakarta untuk Indonesia'. Zakat harus menjadi instrumen solidaritas umat dan penguatan sosial, terutama di bulan Ramadan," ujar Akhmad.
‎
‎Ia memaparkan, pada tahun sebelumnya Baznas Bazis DKI berhasil menghimpun dana sekitar Rp 86,9 miliar dan menyalurkan kepada puluhan ribu mustahik di Jakarta. Tahun ini, pihaknya optimistis capaian meningkat signifikan. 
‎
‎"Target Rp 150 miliar bukan angka kecil, tetapi realistis dengan tren pertumbuhan donasi dan partisipasi masyarakat serta ASN," katanya.
‎
‎Untuk mencapai target tersebut, Baznas Bazis DKI menyiapkan 15 program Ramadan, termasuk sejumlah program baru. Salah satunya "Sahur Tetangga Sendiri", yang mendorong warga berbagi dan memperkenalkan peran Baznas di lingkungan terdekat. Program lain adalah Bedah Rumah Tahfiz Al-Qur’an bagi penghafal minimal 10 juz dari keluarga prasejahtera. 
‎
‎"Kami siapkan 10 unit rumah yang akan direnovasi setelah melalui asesmen ekonomi dan hafalan," tegas Akhmad.
‎
‎Baznas Bazis DKI juga menyiapkan program Balik Rantau Santri, yakni fasilitasi kepulangan santri asal Jakarta yang menempuh pendidikan di luar daerah agar dapat kembali ke pesantren usai Lebaran. Selain itu, bantuan solidaritas nasional untuk masyarakat terdampak bencana di Sumatra tetap berjalan melalui dapur kemanusiaan dan layanan kesehatan.
‎
‎Wakil Ketua II Bidang Pendayagunaan Baznas Bazis DKI Jakarta, Muhammad Bahaudin menekankan, transformasi peran lembaganya. 
‎
‎"Baznas Bazis bukan lagi sekadar kotak amal, tetapi mitra strategis pemerintah dalam pengentasan kemiskinan, instrumen stabilitas sosial perkotaan, dan motor solidaritas nasional," ucapnya.
‎
‎Menurut Bahaudin, program Ramadan dibagi dalam tiga klaster besar: penguatan tata kelola zakat, penguatan internal Jakarta, dan solidaritas nasional. Dalam penguatan tata kelola, Baznas Bazis akan menerbitkan surat keputusan kolektif bagi masjid, musala, sekolah, dan kampus yang menjadi amil agar memiliki legalitas resmi dalam menghimpun dan menyalurkan zakat.
‎
‎Pada klaster penguatan internal, sejumlah program disiapkan seperti Posko Mudik di Terminal Pulo Gebang, Stasiun Pasar Senen, dan Terminal Kampung Rambutan dengan target 15.000 penerima manfaat, mudik gratis bagi penyandang disabilitas, Klinik Ngaji, gerakan bersih 100 masjid, hingga distribusi zakat fitrah kepada 100.000 penerima. 
‎
‎"Kami ingin memastikan Ramadan menghadirkan keadilan sosial dan keberkahan bagi seluruh warga, termasuk kelompok rentan," tutur Bahaudin.
‎
‎Melalui peluncuran Baznas Bazis Apps, masyarakat juga dipermudah dalam menunaikan zakat dan memantau penyaluran dana secara digital. Baznas Bazis DKI berharap kolaborasi dengan Pemprov DKI Jakarta dan berbagai elemen masyarakat mampu memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat solidaritas dan pemberdayaan umat di tingkat nasional. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:PON, DKI Jakarta
wwwwww