Stok Pangan Jakarta Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Klaim Harga Terkendali
![]() |
| Acara Balkoters Talk di Balai Kota Jakarta. |
Rabu, 11 Februari 2026 17:02 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga pangan menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dalam kondisi aman.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Uus Kuswanto, saat menghadiri diskusi Balkoters Talk bertema “Persiapan BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri” di Graha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Uus menegaskan, rangkaian hari besar keagamaan yang berdekatan, mulai dari Imlek, Ramadan, hingga Idulfitri, menjadi perhatian serius Pemprov DKI. Sebagai pusat aktivitas ekonomi dan tujuan mobilitas warga dari berbagai daerah, Jakarta dinilai harus mampu menjaga pasokan dan harga tetap stabil.
"Pemprov DKI Jakarta memiliki tanggung jawab menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama menjelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri. Stabilitas pangan dan ekonomi menjadi prioritas utama," ujar Uus.
Berdasarkan proyeksi Pemprov DKI, kebutuhan sejumlah komoditas diperkirakan meningkat menjelang Ramadan. Kenaikan tertinggi terjadi pada telur ayam sebesar 7,5 persen, diikuti daging sapi dan kerbau 3,57 persen, bawang putih 3,57 persen, cabai rawit 3,06 persen, serta bawang merah 2,89 persen.
Lonjakan permintaan diprediksi lebih tinggi menjelang Idulfitri. Telur ayam diperkirakan naik 17,20 persen, daging ayam 10,77 persen, bawang merah 10,67 persen, minyak goreng 9,67 persen, dan cabai rawit 9,18 persen. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov DKI bersama BUMD pangan telah menyiapkan langkah penguatan pasokan dan distribusi.
Uus menekankan, koordinasi lintas BUMD pangan terus diperkuat guna mencegah gejolak harga di pasaran.
"Tidak ada alasan bagi Pemprov DKI Jakarta untuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Koordinasi dan soliditas antar-BUMD menjadi kunci," tegasnya.
Dari sisi ketersediaan, stok beras di Jakarta tercatat mencapai 182.172 ton. Rinciannya berasal dari Pasar Induk Beras Cipinang 40.088 ton, Food Station 8.100 ton, cadangan Hari Besar Keagamaan Nasional 18.000 ton, Bulog 141.823 ton, serta Pasar Jaya 261 ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Selain beras, Perumda Dharma Jaya memastikan stok protein hewani dalam kondisi aman, meliputi daging sapi 1.246 ton, daging ayam 435 ton, ikan kembung 547 ton, serta 1.010 ekor sapi hidup. Komoditas lain juga tersedia, seperti telur ayam 5,5 ton, cabai rawit 57 ton, bawang merah 104 ton, bawang putih 48 ton, minyak goreng 625 ton, dan gula 437,4 ton.
Untuk menjaga inflasi tetap terkendali, Pemprov DKI bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melakukan pemantauan rutin harga dan pasokan, pengawasan LPG 3 kilogram, pengamanan distribusi pangan, hingga menggelar bazar murah dan kampanye belanja bijak. Pengembangan urban farming juga terus didorong sebagai upaya menjaga ketahanan pangan.
Uus menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,21 persen, melampaui angka nasional.
"Dengan keterbukaan, kolaborasi, dan inovasi yang terus diperkuat, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Jakarta menjelang Ramadan dan Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik, sehingga inflasi tetap terkendali dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













