Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Voli

Jaksa Agung Sentil Mental Anak Buah, Aset Sitaan Diam-diam Dikuasai Pribadi

Jaksa Agung Sentil Mental Anak Buah, Aset Sitaan Diam-diam Dikuasai Pribadi
Jaksa Agung Sanitiar (St.) Burhanuddin
Jum'at, 13 Februari 2026 06:45 WIB

JAKARTA – Praktik penyalahgunaan barang rampasan negara di lingkungan Korps Adhyaksa dibongkar sendiri oleh pimpinannya. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengakui banyak anak buahnya yang menggunakan aset sitaan, seperti apartemen dan mobil, untuk kepentingan pribadi tanpa prosedur resmi.

Kritik keras tersebut disampaikan Sanitiar saat memberikan arahan dalam acara Hari Ulang Tahun Badan Pemulihan Aset (BPA) di Kejaksaan Agung, Kamis (12/2/2026). Ia menyoroti mentalitas para jaksa yang seolah berharap aset negara itu dilupakan agar bisa terus dikuasai.

"Banyak aset-aset yang dimiliki oleh, bukan dimiliki oleh jaksa, ditempati oleh jaksa, dan diam-diam semoga lupa bahwa ada aset di tangannya," ujar Sanitiar.

Ia menegaskan, fenomena ini tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi juga menjamur di daerah. Sanitiar lantas menantang jajarannya untuk melakukan pengecekan silang (cross-check) terhadap aset-aset properti, khususnya apartemen di Jakarta Pusat yang diketahui dikuasai oleh oknum tertentu.

"Coba apartemen-apartemen, silang telusuri, saya tahu persis, saya minta nanti yang tahu persis... apa yang menjadi ada di tangan-tangan Kejaksaan Tinggi," tegasnya.

Selain masalah internal, Sanitiar juga menyoroti bocornya data rincian aset ke pihak eksternal. Hal ini memicu banyaknya permintaan pinjam pakai dari pejabat daerah yang mengetahui detail kondisi barang sitaan tersebut secara presisi.

"Ada bupati yang minta ini, minta ini, ada yang dinas ini, dinas itu, minta ini. Dia tahu persis barangnya, tahu persis luasannya... Ini kan malah harusnya kita pelihara, kita jual," bebernya.

Menutup arahannya, Sanitiar meminta Kepala BPA, Kuntadi, untuk membenahi tata kelola dan perawatan aset. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai ekonomis barang rampasan, terutama kendaraan, agar harganya tidak jatuh saat dilelang.

"Saya harapkan lagi, karena ini pasti debunya banyak, nanti harus pasang exhaust fan, kemudian ada tutupnya juga, mobil-mobil ini," pungkasnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Voli, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww