Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
23 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
24 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
23 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
23 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
6
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Home  /  Berita  /  Olympic

Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Penentuan Awal Puasa 2026 Dinanti Umat

Sidang Isbat Digelar Sore Ini, Penentuan Awal Puasa 2026 Dinanti Umat
Petugas dari Kementerian Agama tengah melakukan pemantauan hilal untuk menentukan awal 1 Ramadhan. (foto: merdeka.com/Arie Basuki)
Selasa, 17 Februari 2026 08:13 WIB

JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat sore ini, Selasa (17/2/2026), untuk menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, akan memimpin langsung jalannya sidang yang menjadi penentu awal puasa bagi mayoritas umat Islam di Indonesia, di tengah potensi perbedaan jadwal dengan Muhammadiyah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa jatuh pada Rabu (18/2/2026) esok hari, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal. Namun, pemerintah melalui Kemenag dan Nahdlatul Ulama (NU) diprediksi baru akan memulai ibadah puasa pada Kamis (19/2/2026).

Prediksi perbedaan ini mengacu pada data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut posisi hilal hari ini masih berada di bawah ufuk di seluruh wilayah Indonesia. Kondisi ini membuat bulan sabit muda mustahil terlihat, sehingga bulan Syakban kemungkinan besar akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).

Prosesi sidang akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kemenag, Jakarta, mulai pukul 16.00 WIB. Sejumlah pihak penting, mulai dari perwakilan kedutaan besar negara sahabat, Komisi VIII DPR, Majelis Ulama Indonesia (MUI), hingga perwakilan ormas Islam dijadwalkan hadir untuk memusyawarahkan hasil pantauan dari 96 titik rukyat.

"Keputusan akhir akan diumumkan kepada publik setelah seluruh rangkaian tahapan selesai dilaksanakan," demikian keterangan resmi pihak Kemenag.

Masyarakat kini menanti pengumuman resmi pemerintah yang akan disampaikan usai Magrib nanti. Pengumuman ini akan menjadi pedoman final bagi umat Islam dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah puasa Ramadan tahun ini.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Nasional, DKI Jakarta
wwwwww