Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
20 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
14 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Dunia Arab Sambut Ramadan 18 Februari, Pemerintah RI Tetapkan Awal Puasa Besok

Dunia Arab Sambut Ramadan 18 Februari, Pemerintah RI Tetapkan Awal Puasa Besok
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar
Rabu, 18 Februari 2026 07:55 WIB

JAKARTA – Umat Islam di sembilan negara, khususnya di kawasan Timur Tengah, resmi memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah hari ini, Rabu (18/2/2026). Penetapan ini dilakukan setelah otoritas setempat berhasil melihat hilal pada pemantauan Selasa petang waktu setempat.

Negara-negara yang telah menabuh genderang bulan suci tersebut antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yaman, Lebanon, Palestina, dan Bahrain. Keputusan serentak ini diambil berdasarkan laporan rukyatul hilal atau pengamatan bulan sabit secara langsung yang menjadi pedoman utama negara-negara Teluk.

Mahkamah Agung Arab Saudi mengonfirmasi keterlihatan bulan sabit di wilayah Sudair dan Tumair. Kondisi cuaca yang cerah dilaporkan sangat mendukung para perukyat untuk melihat tanda awal bulan baru tersebut.

Abdulaziz Al-Muainaa dari Observatorium Al Hareeq menjelaskan bahwa matahari terbenam tepat pukul 17.52 waktu setempat. Momen tersebut memberikan celah waktu yang cukup bagi hilal untuk menampakkan wujudnya secara kasat mata.

Berbeda dengan saudara seiman di Timur Tengah, umat Islam di Indonesia baru akan memulai puasa pada Kamis (19/2/2026). Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memimpin langsung Sidang Isbat yang memutuskan untuk menggenapkan bulan Syaban menjadi 30 hari (istikmal) karena hilal belum terlihat di ufuk nusantara.

"Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis," ujar Nasaruddin Umar di Jakarta, Selasa (17/2/2026).

Perbedaan awal puasa ini terjadi akibat variasi letak geografis yang mempengaruhi visibilitas bulan. Indonesia, yang tergabung dalam MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), menggunakan kriteria ketat di mana hilal harus mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat untuk bisa disahkan.

Data astronomis menunjukkan posisi hilal di Indonesia pada Selasa petang belum memenuhi syarat tersebut, sehingga awal Ramadan di tanah air berselisih satu hari dengan Arab Saudi dan negara tetangganya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Olympic, Nasional, Voli, Basket, DKI Jakarta
wwwwww