Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpora Erick Bicara Soal Wacana Provinsi Penyangga PON NTT-NTB 2028

Menpora Erick Bicara Soal Wacana Provinsi Penyangga PON NTT-NTB 2028
Menpora Erick Thohir dan Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Kemenpora)
Senin, 23 Februari 2026 21:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik wacana provinsi penyangga dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 2028. Dalam hal ini, Menpora Erick menunggu keputusan resmi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Saya sangat terbuka, tetapi saya tunggu keputusan KONI-nya, baru saya mengeluarkan surat secara resmi mengenai tuan rumah NTT dan NTB dibantu provinsi mana,” ujar Menpora Erick kepada awak media di Graha Kemenpora, Jumat (20/2/2026) lalu.

Menpora Erick menerangkan, telah bertemu dengan Ketua Umum (Ketum) KONI Marciano Norman beserta Sekretaris Jenderal-nya Tubagus Ade Lukman Djajadikusuma. Dalam pertemuan tersebut, mulai dilakukan sinkronisasi untuk persiapan PON, termasuk wacana NTT-NTB tetap menjadi tuan rumah PON secara bersama dengan dibantu provinsi penyangga.

Wacana provinsi penyangga ini muncul menginga situasi saat ini tidak dimungkinkan adanya pembangunan fasilitas tambahan, khususnya venue olahraga. “Karena kita tahu dari hasil kerja sama kami dengan Menteri Dalam Negeri yang kemarin sudah ditandatangani, banyak juga fasilitas yang tidak maksimal, termasuk juga fasilitas olahraga. Salah satunya tidak ada venue baru,” sebutnya.

Menurut Menpora Erick, efisiensi dalam pembangunan fasilitas olahraga bukan hanya terjadi di Indonesia. Melainkan juga terjadi di berbagai negara, termasuk dalam persiapan Olimpiade di Brisbane, Australia. Kata Menpora, banyak negara ke depan juga sudah mulai menjaga secara ekonomi pembangunan fasilitas-fasilitas yang di kemudian hari tidak maksimal.

“Di situlah kita bicara apakah nanti NTT-NTB juga akan bersama KONI mengadakan rakornas (rapat koordinasi nasional, Red.) untuk juga menambahkan provinsi tertentu sebagai supporting system. Jadi tuan rumahnya tetap NTT-NTB, tetapi provinsi tertentu yang punya fasilitas bisa dipergunakan,” terang Menpora Erick.

Dalam hal ini, Menpora Erick menunggu keputusan resmi dari KONI sebelum nantinya mengeluarkan surat resmi sebagai payung hukum perihal tuan rumah PON NTT-NTB yang dalam pelaksanaannya dibantu provinsi tertentu. 

“Suratnya memang belum saya keluarkan. Kalau mereka sudah (memutuskan), baru saya keluarkan. Karena memang payung hukumnya harus ada. Jangan sampai nanti saya mengeluarkan surat atau menunjuk-nunjuk dari KONI, ternyata nanti secara audit pemerintahan menjadi isu baru ke depannya,” urai Menpora Erick.

“Jadi saya minta payung hukumnya, tunggu KONI nanti,” imbuhnya. ***

wwwwww