Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
10 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Menpora Erick Buka Suara Soal Dualisme Organisasi Anggar, Amir Yanto: Manut Keputusan Pemerintah

Menpora Erick Buka Suara Soal Dualisme Organisasi Anggar, Amir Yanto: Manut Keputusan Pemerintah
Menpora Erick Thohir dan Ketua Umum PB IKASI Amir Yanto saat di Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026. (Kemenpora)
Minggu, 01 Maret 2026 19:59 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membuka suara terkait dualisme yang terjadi pada induk organisasi olahraga anggar. Dia berjanji akan segera menuntaskan sesuai dengan ketentuan yang ada termasuk mengutamakan organisasi yang berafiliasi ke federasi internasional.

“Saya tentunya akan berpatokan pada pengakuan federasi internasional itu. Dan, kami akan bicarakan juga dengan KONI dan KOI. Saya harap dualisme kepengurusan bukan hanya di anggar, tetapi tenis meja dan tinju bisa selesai karena saya tidak ingin atlet yang menjadi korban dalam hal kepentingan atlet, saya tegas,” kata Menpora Erick Thohir usai menyaksikan pertandingan dan menyerahkan medali kepada juara Kejuaran Anggar Kadet dan Junior Asia 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Centre (JICC) Senayan, Jakarta, Jumat (27/2/2026) kemarin.

Penyelesaian dualisme kepengurusan organisasi anggar ini, kata Menpora Erick, penting. Apalagi, anggar termasuk dalam daftar 21 cabang olahraga unggulan. “Anggar kan sudah masuk dalam daftar 21 cabor unggulan. Kita kan perlu menyiapkan program pembinaan yang berjenjang untuk menghadapi SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade,” tegasnya.

Secara khusus Menpora Erick juga memberikan apresiasi terhadap PB IKASI pimpinan Amir Yanto yang sudah menggelar berbagai event nasional maupun internasional. “Saya hargai kerja keras Pak Amir Yanto yang telah menggelar event-event nasional dan internasional,” tandasnya.

Terkait pembinaan olahraga anggar, kata Menpora Erick, Kemenpora akan mendorong untuk melakukan kerjasama dengan Jepang. “Kita sudah membicarakan masalah kerjasama dengan Jepang. Soal teknis masih dibicarakan,” jelasnya.

Mengenai keinginan Menpora Erick menyelesaikan dualisme kepengurusan, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (PB IKASI), Amir Yanto menyambut baik. Begitu juga dengan rencana kerjasama dengan Jepang.

“Saya mendukung saja. Semua terserah kepada pemerintah. Mau PB IKASI pimpinan saya diakui atau PB IKASI pimpinan Agus Suparmanto itu tidak masalah. Atau keduanya tidak diakui dan dibentuk organisasi baru. Monggo, kami kan rakyat yang harus manut kepada pemerintah. Karena, yang paling utama dipikirkan itu adalah kepentingan atlet,” ujarnya.

Seperti diketahui PB IKASI pimpinan Amir Yanto sudah resmi sebagai anggota Federasi Anggar Internasional (FEI) dan Konfederasi Anggar Asia (FCA). Bahkan, FEI dan FCA memberikan apresiasi atas kesuksesan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Anggar Asia 2025 dan Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026.

Meski atlet Indonesia belum berhasil meraih prestasi terbaik pada Kejuaraan Anggar Kadet dan Junior Asia 2026, Amir Yanto menyadarinya. Karena, negara lain sudah melakukan persiapan lebih lama dan melibatkan pelatih kelas dunia.

“Atlet kita memang belum bisa memberikan prestasi terbaik. Apalagi, mereka menghadapi atlet-atlet yang ditangani pelatih dunia. Yang pasti, mereka sudah mendapat pengalaman berharga dan melihat perkembangan atlet-atlet Asia. Ke depan, kita berharap mereka bisa lebih termotivasi sehingga bisa mengejar ketertinggalannya,” tegasnya. ***

wwwwww