Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Sempat Tepis Kabar, Iran Akhirnya Konfirmasi Kematian Ali Khamenei Akibat Rudal

Sempat Tepis Kabar, Iran Akhirnya Konfirmasi Kematian Ali Khamenei Akibat Rudal
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Minggu, 01 Maret 2026 11:18 WIB

JAKARTA - Kabar simpang siur mengenai nasib Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei akhirnya menemui titik terang. Tokoh kunci tersebut dipastikan tewas akibat serangan rudal yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Kematian ini telah dikonfirmasi langsung oleh media pemerintah, Tasnim dan Fars News Agency. Sebagai bentuk penghormatan, Pemerintah Iran memberlakukan masa berkabung nasional selama 40 hari serta menetapkan tujuh hari libur nasional, merujuk pada laporan Al Jazeera.

Sebelumnya, Kepala Hubungan Masyarakat Kantor Pemimpin Tertinggi Iran sempat menepis kabar tersebut sesaat setelah gempuran udara pertama melanda ibu kota. Laporan Reuters mencatat pihak berwenang awalnya menganggap isu kematian itu murni sebagai taktik psikologis dari pihak lawan.

"Musuh sedang menggunakan perang mental, semua orang harus waspada," urainya.

Namun, Presiden AS, Donald Trump secara terbuka membenarkan keberhasilan operasi mematikan tersebut lewat platform Truth Social, Minggu (1/3/2026). Ia melontarkan pernyataan keras terkait jatuhnya target utama militer negerinya itu.

"Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati," ungkap Trump.

Menurutnya, keberhasilan misi tersebut merupakan buah dari kerja sama erat dengan Israel. Pengerahan sistem intelijen dan pelacakan mutakhir membuat target tidak memiliki celah untuk menghindari serangan.

"Dia tidak dapat menghindari intelijen dan sistem pelacakan kami yang sangat canggih dan, bekerja sama erat dengan Israel, tidak ada yang dapat dia, atau para pemimpin lain yang telah terbunuh bersamanya, lakukan," paparnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Kategori:Nasional, Basket, DKI Jakarta
wwwwww