Hutan Tapsel Madina Rusak Parah Belasan Ekskavator Tambang Emas Ilegal Disita
![]() |
| Dua alat berat eskavator di area tambang emas ilegal perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan Kabupaten Mandailing Natal, Senin (2/3/2026). |
MEDAN - Kawasan hutan belantara dan aliran Sungai Batang Gadis di perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Mandailing Natal rusak parah akibat eksploitasi alam. Sebanyak 14 unit ekskavator yang mengoyak ekosistem sungai demi mencari bijih emas berhasil dihentikan paksa oleh tim gabungan kepolisian, Senin (2/3/2026).
Operasi pemberantasan tambang emas ilegal berskala besar ini mengungkap fakta kelam kehancuran lingkungan di pelosok daerah. Akses menuju lokasi penambangan sangat ekstrem, tersembunyi di balik perbukitan curam dan kubangan lumpur. Perjalanan membutuhkan waktu tujuh jam pulang pergi menggunakan kendaraan berpenggerak empat roda atau sepeda motor, dilanjutkan dengan berjalan kaki membelah hutan sejauh tiga kilometer.
Setibanya di titik lokasi, pemandangan memprihatinkan tersaji. Area pinggiran sungai telah hancur dikeruk menggunakan alat berat. Tumpukan batu sungai, pasir, dan tanah berserakan sejauh mata memandang, bersanding dengan deretan tenda tempat tinggal pekerja serta mesin pemisah bijih emas.
Dalam operasi tersebut, tim menyita 12 alat berat dari lokasi tambang dan mencegat dua lainnya yang sedang dalam perjalanan menuju titik pengerukan. Sebanyak tujuh orang yang berada di lokasi, mulai dari penambang hingga juru masak, turut diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Langkah penindakan ini merupakan instruksi berjenjang dari pucuk pimpinan kepolisian guna menghentikan laju kerusakan alam yang lebih masif.
"Sesuai perintah Kapolri, melalui Kapolda Sumut, dan Dankor Brimob, kami bergabung bersama Ditreskrimsus melaksanakan penindakan tambang emas liar di perbatasan antara Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal," kata Dansat Brimob Polda Sumut, Rantau Isnur Eka.
Penyidik saat ini masih mengumpulkan berbagai barang bukti lain berupa mesin dan pompa air dari lokasi kejadian. Status hukum ketujuh pekerja tersebut masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk membongkar aktor intelektual di balik jaringan perusak alam skala besar ini.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | tribunnews.com |
| Kategori | : | Olympic, Sumatera Utara |













