Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
3 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Beladiri

Jejak Pelarian 'The Doctor' Penyuplai Sabu ke Jaringan Narkoba Dumai dan NTB

Jejak Pelarian The Doctor Penyuplai Sabu ke Jaringan Narkoba Dumai dan NTB
Ko Erwin bandar narkoba tiba di Bareskrim Polri
Rabu, 04 Maret 2026 06:10 WIB

JAKARTA – Penangkapan gembong narkoba Erwin Iskandar alias Ko Erwin membuka tabir kelam peredaran sabu yang sukses menyusup hingga ke institusi kepolisian. Bareskrim Polri kini tengah memburu tiga buronan utama yang menjadi tulang punggung jaringan ini, usai terungkapnya keterlibatan dua perwira di wilayah hukum Nusa Tenggara Barat (NTB).

Tiga sosok yang resmi masuk daftar pencarian orang (DPO) tersebut adalah Andre Fernando alias 'The Doctor' (32), A Hamid alias Boy, dan Satriawan. Ketiganya menjadi incaran utama aparat setelah Ko Erwin dibekuk di Tanjung Balai, Sumatera Utara, Kamis (26/2) saat berupaya melarikan diri ke Malaysia.

Peran krusial dipegang oleh Andre sebagai pemasok utama narkotika jaringan ini. Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Handik Zusen, telah menerbitkan surat DPO untuk warga Kemayoran, Jakarta Pusat tersebut, Minggu (1/3/2026). Sepanjang Januari 2026, Ko Erwin tercatat dua kali membeli 5 kilogram sabu senilai total Rp800 juta dari Andre.

Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, memaparkan taktik sindikat ini yang memanfaatkan jalur laut dan darat.

"Ko Andre atau 'The Doctor' menyediakan narkoba berbagai jenis di antaranya sabu, vape yang mengandung etomidate, dan happy water," ungkapnya.

Barang haram tersebut diselundupkan dari Malaysia melalui perairan Dumai, Provinsi Riau. Khusus pengiriman kargo darat, Andre mengemas sabu secara rapi ke dalam boneka dan kotak kado guna mengelabui mesin pemindai dan petugas.

Selain Andre, perburuan Bareskrim juga difokuskan pada Boy dan Satriawan. Nama Boy menjadi sorotan tajam karena terindikasi kuat sebagai pihak yang menyuap Mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro. Uang pelicin senilai Rp1,8 miliar diserahkan Boy secara terang-terangan di Uma Lengge, bangunan khas Bima yang berlokasi tepat di dalam kompleks Mapolres Bima Kota.

Di sisi lain, Satriawan berhasil lolos dari penyergapan polisi saat penggeledahan di kediaman warga bernama Anita, Sabtu (24/1).

"DPO atas nama A Hamid alias Boy dan DPO atas nama Satriawan alias Awan, saat ini dilakukan pencarian dan pengejaran bersama oleh petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Ditresnarkoba Polda NTB," urainya.

Gurita bisnis haram ini tidak hanya melibatkan para DPO sebagai penyuplai, tetapi juga memanfaatkan aparat kepolisian sebagai tameng dan distributor. Ko Erwin diketahui menggelontorkan dana Rp1 miliar kepada Didik Putra Kuncoro demi memuluskan operasional jaringannya.

Lebih jauh, Mantan Kasatresnarkoba Polres Bima Kota, AKP Malaungi, turut menerima 488 gram sabu dari Ko Erwin dengan tujuan untuk diedarkan ke masyarakat di wilayah Pulau Sumbawa.

Penyidik saat ini masih terus menelusuri aliran dana dan sisa-sisa aset jaringan yang ditinggalkan para buronan tersebut.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat
wwwwww