Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
11 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
7 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
11 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan

Federico Barba Rasakan Atmosfer Kompetisi di Bulan Ramadan
Bek Persib Bandung, Federico Barba. (Ileague.id)
Sabtu, 07 Maret 2026 05:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BANDUNG - Musim pertama bagi bek asal Italia Federico Barba berkompetisi Super League 2025/2026. Berada di tengah-tengah lingkungan mayoritas pemain muslim di Persib Bandung, ia turut merasakan atmosfer berkompetisi di bulan Ramadan.

Bagi Barba ini hal yang lumrah terjadi di sepak bola, sebagai wujud toleransi dan menghargai ia rela menyesuaikan diri dengan budaya klub saat Ramadan. Seperti melaksanakan sesi latihan di malam hari mulai pukul 20.30 WIB, waktu yang sama dengan jam pertandingan.

“Kami hanya perlu mengubah waktu latihan, beradaptasi, atau seperti sekarang, kami menggelar latihan di waktu yang sama dengan jadwal pertandingan. Jadi bagi saya tidak ada yang berubah,” papar Barba.

Mantan pemain Como 1907 ini menuturkan dirinya tak merasa kesulitan beradaptasi dengan waktu kick off pertandingan yang lebih malam. Setiap pemain dituntut profesional melakoni laga dengan jam yang diberlakukan operator I.League.

“Sejujurnya ini tidak begitu asing karena di Eropa, kalian bisa lihat di televisi, kami bisa bermain kapan saja. Kami bisa saja bermain pada pagi hari, pukul 12 siang, pukul 12.30, atau bahkan malam hari, jadi bagi saya itu sama saja,” kata Barba.

Persib masih akan menjalani dua pertandingan lagi di masa bulan Ramadan. Menjamu Persik Kediri di pekan ke-25 pada Senin (9/3) di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Menyusul partai tandang kontra Borneo FC Samarinda di Segiri pada 15 Maret mendatang. ***

wwwwww