Dari Blok M ke Bandara Soetta Kini Bisa Naik Transjabodetabek, Tarif Mulai Rp 3.500
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meresmikan rute Blok M-Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M. (Ist). |
Kamis, 12 Maret 2026 16:27 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meresmikan, layanan Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026). Rute baru ini dihadirkan sebagai upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyediakan transportasi publik yang terintegrasi dan terjangkau bagi masyarakat menuju bandara.
Pram mengatakan, selama ini sebagian besar masyarakat masih mengandalkan kendaraan pribadi untuk bepergian ke bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang setiap tahun.
"Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara," ujar Pram saat peresmian.
Ia menjelaskan, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M yang dikembangkan sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan direct service. Dengan begitu, masyarakat dari pusat aktivitas di Jakarta Selatan dapat menuju bandara tanpa harus berganti moda transportasi.
Untuk menarik minat masyarakat, tarif perjalanan selama tiga bulan pertama ditetapkan sebesar Rp3.500. Kebijakan ini juga ditujukan untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang arus mudik Lebaran.
"Selama tiga bulan ke depan, terutama dalam rangka menyambut Idulfitri, tarif tetap ditetapkan Rp3.500. Setelah itu akan dilakukan evaluasi karena beban operasional dan subsidi cukup besar. Nantinya tarif akan disesuaikan pada kisaran Rp10.000 hingga Rp15.000," kata Pram.
Saat ini, sejumlah moda transportasi telah melayani rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, seperti bus DAMRI dengan tarif sekitar Rp80.000, taksi Blue Bird Group dengan tarif tetap sekitar Rp217.000 di luar biaya tol, serta layanan transportasi daring seperti GoCar dan Grab yang tarifnya berkisar Rp127.500 hingga Rp155.500.
Melalui layanan Transjabodetabek SH2, Pemprov DKI memperkirakan sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang dapat terlayani setiap hari. Target tersebut mengacu pada pengalaman rute sebelumnya, yakni Blok M-Bogor, yang kini mampu melayani lebih dari 7.000 penumpang per hari dan bahkan mencapai 8.500 penumpang saat akhir pekan atau hari libur.
Sementara itu, Wali Kota Sachrudin menyambut baik hadirnya rute baru tersebut. Ia menilai, layanan Transjabodetabek dapat membantu mobilitas warga Kota Tangerang yang sebagian besar bekerja di Jakarta.
"Tangerang merupakan kota lintasan, baik melalui Jalan Tol Jakarta-Merak maupun akses menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dengan layanan ini, kami berharap kemacetan di sejumlah titik dapat berkurang, baik di Jakarta maupun di Kota Tangerang," jelas Sachrudin.
Ia juga mengapresiasi, kolaborasi antardaerah dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih baik bagi masyarakat.
Berdasarkan data operasional, waktu tempuh perjalanan dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan sekitar 121 menit dengan panjang lintasan mencapai 65,1 kilometer. Sebanyak 14 unit bus disiapkan untuk melayani rute tersebut dengan 13 titik pemberhentian di wilayah Jakarta dan 10 titik di luar Jakarta.
Layanan bus beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 22.00 dengan waktu tunggu (headway) sekitar 10 hingga 20 menit. Rute keberangkatan dari Blok M meliputi Blok M Jalur 6, Bundaran Senayan, FX Sudirman, kawasan Gelora Bung Karno, DPR/MPR, hingga kawasan Bandara Soekarno-Hatta. Sementara rute sebaliknya melayani sejumlah titik strategis seperti Stasiun Kereta Bandara, Bundaran Kargo, Slipi, hingga kembali ke Terminal Blok M. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













