Tradisi Andilan Potong Kebo Betawi Digelar Kembali Jelang Lebaran 2026
![]() |
| Ketua Dewan Adat MKB, Fauzi Bowo. (Ist). |
Selasa, 17 Maret 2026 08:12 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Majelis Kaum Betawi (MKB) kembali menggelar tradisi Andilan Potong Kebo sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Betawi dalam menyambut Hari Raya Idulfitri 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Pondok Ranggon, Jakarta Timur, pada 18 Maret 2026.
Tradisi ini merupakan kegiatan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025 atas inisiatif Marullah Matali. Saat itu kegiatan dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan. Pada pelaksanaan tahun ini, Ketua Dewan Adat MKB Fauzi Bowo mendorong agar tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Betawi.
Ketua Panitia Andilan Kebo 2026, M. Ichwan Ridwan atau Bang Boim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelestarian budaya sekaligus upaya menjaga semangat gotong royong masyarakat Betawi menjelang Lebaran.
"Ini merupakan upaya MKB dalam mewarisi budaya orang-orang tua kita yang selalu bergotong royong dan berkolaborasi dalam merayakan Idul Fitri sejak dulu," ujar Bang Boim dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Ia menjelaskan, tradisi andilan dilakukan dengan cara patungan atau iuran dari masyarakat yang dilakukan secara berkala untuk membeli seekor kerbau. Hewan tersebut kemudian disembelih beberapa hari sebelum Lebaran dan dagingnya dibagikan kepada para peserta sesuai dengan besaran kontribusi masing-masing.
Menurut Boim, tradisi ini bukan sekadar kegiatan memotong kerbau, tetapi juga sarat nilai kebersamaan dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui mekanisme gotong royong tersebut, setiap orang memperoleh hasil sesuai dengan kontribusi yang diberikan.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Pelaksana, Muhidin Muchtar menambahkan, tradisi andilan juga mencerminkan nilai toleransi yang telah lama dijaga masyarakat Betawi.
Ia menjelaskan, sejak dahulu masyarakat Betawi memilih menyembelih kerbau dibanding sapi saat Lebaran. Hal itu dilakukan untuk menghormati masyarakat yang beragama Hindu yang memuliakan sapi.
"Ini mengajarkan keluhuran budi orang Betawi yang sangat menjaga toleransi dan moderasi dalam beragama," kata Muhidin.
Ia berharap, nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan gotong royong yang terkandung dalam tradisi Andilan Potong Kebo dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap menjaga Jakarta sebagai kota yang majemuk, aman, dan harmonis.
Kegiatan tersebut rencananya juga akan dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya Betawi. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | PON, DKI Jakarta |













