Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Olympic

Siasat Licik Pejabat Daerah Terbongkar, KPK Cium Upaya Suap Tutup Mulut Aparat Keamanan

Siasat Licik Pejabat Daerah Terbongkar, KPK Cium Upaya Suap Tutup Mulut Aparat Keamanan
Bupati Cilacap, Jawa Tengah, Syamsul Auliya Rachman
Rabu, 18 Maret 2026 05:58 WIB

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus membongkar motif tersembunyi di balik skandal pengumpulan dana Tunjangan Hari Raya (THR) yang diinisiasi oleh Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman. Lembaga antirasuah menduga kuat kucuran dana yang diperas dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut sengaja disiapkan sebagai alat suap untuk membungkam aparat penegak hukum yang tergabung dalam Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo membeberkan bahwa tim penyidik kini tengah bekerja keras memperkuat konstruksi perkara usai menetapkan sang bupati sebagai tersangka. Rangkaian penggeledahan maraton terus dilakukan guna melacak jejak kejahatan struktural ini.

"Penyidik kemudian melakukan maraton kegiatan penggeledahan untuk menemukan bukti-bukti tambahan guna memperkuat penyidikan perkara ini," papar Budi kepada wartawan, Selasa (17/3/2026).

Selain mengamankan barang bukti berupa dokumen elektronik dan uang tunai Rp 610 juta, penyidik memfokuskan pendalaman pada niat terselubung di balik pengumpulan dana miliaran rupiah tersebut. Terdapat indikasi kuat bahwa aliran uang panas ini sengaja dirancang untuk menciptakan konflik kepentingan guna melindungi berbagai borok yang terjadi di lingkungan pemerintah daerah.

"Jangan sampai juga modus pemberian THR ini untuk menutup, misalnya kalau ada permasalahan di lingkungan pemda supaya tidak diungkap aparat penegak hukum setempat," tambahnya.

Praktik culas ini dinilai sangat janggal mengingat seluruh aparatur sipil negara (ASN) beserta anggota TNI dan Polri sejatinya sudah menerima THR resmi dari kas negara. Di sisi lain, nominal pelicin yang disiapkan Syamsul untuk masing-masing petinggi daerah terbilang cukup fantastis. Meski nama sejumlah aparat keamanan sempat terseret sebagai calon penerima suap berkedok THR ini, KPK memilih melangkah hati-hati.

"Kami belum melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi untuk diminta keterangan berkaitan dengan konstruksi perkara," urainya.

Saat ini, penyidik tengah berfokus melacak asal muasal tumpukan uang ratusan juta yang telah disita. Penelusuran mendalam sangat krusial untuk membuktikan apakah dana tersebut murni hasil pemerasan terhadap instansi-instansi di bawah Pemerintah Kabupaten Cilacap atau ada campur tangan pihak luar.

"Kita akan tunggu soal itu yang pasti kita akan didalami dulu ke pokok konstruksi perkaranya berkaitan dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati dan juga pihak-pihak lain di Pemkab Cilacap, termasuk sumber uangnya ini dari mana saja apakah murni dari dinas," jelas Budi.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww