Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
12 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
12 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
13 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
18 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Voli

Prabowo Bongkar Ketimpangan Anggaran Daerah: Rakyat Teriak, Pejabat Beli Mobil Mahal

Prabowo Bongkar Ketimpangan Anggaran Daerah: Rakyat Teriak, Pejabat Beli Mobil Mahal
Presiden Prabowo Subianto
Jum'at, 20 Maret 2026 06:39 WIB

BOGOR – Presiden Prabowo Subianto melontarkan kritik tajam terhadap gaya hidup mewah oknum pejabat daerah yang dinilai tidak efisien dalam mengelola anggaran publik. Dalam sebuah diskusi terbuka, Kepala Negara mengungkap adanya temuan pengadaan mobil dinas gubernur yang menyentuh angka fantastis hingga Rp8 miliar.

Fenomena tersebut sangat kontras dengan kondisi infrastruktur dasar di daerah, seperti jembatan desa yang terbengkalai hingga masyarakat harus mengadu ke pemerintah pusat. Presiden menyayangkan sikap kepala daerah yang lebih memprioritaskan fasilitas pribadi ketimbang pelayanan rakyat.

"Kita buka-bukaan ya. Ada pemerintah daerah beli mobil dinas gubernur berapa? Rp8 miliar," ujar Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Kawasan Hambalang, Kamis (19/3/2026).

Sebagai perbandingan, ia memamerkan kendaraan operasionalnya, Maung, yang merupakan produk industri dalam negeri. Kendaraan taktis tersebut memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih rendah meski digunakan oleh seorang kepala negara.

"Saya Presiden Indonesia, saya pakai mobil Maung buatan Indonesia. Harganya 700 juta itu. Mungkin karena ini Presiden, ada anti-peluru, mungkin jadi 1 miliar, tapi tidak sampai 8 miliar," tegasnya.

Kritik ini merupakan bagian dari upaya efisiensi besar-besaran yang sedang dilakukan pemerintah pusat. Presiden mempertanyakan arah aliran Dana Desa dan anggaran daerah lainnya yang seharusnya digunakan untuk perbaikan fasilitas publik namun seringkali tidak terlaksana secara optimal.

"Banyak biaya yang harusnya dilaksanakan oleh kabupaten dan provinsi tidak dilaksanakan. Contoh tadi jembatan desa, rakyat harus teriak, Presiden harus turun tangan. Maaf, ada dana desa, ke mana dananya? Bupati ke mana, dana gubernur?" tuturnya.

Ia pun memperingatkan para kepala daerah untuk menghentikan kebiasaan kunjungan kerja yang tidak produktif dan mulai fokus mengabdi kepada masyarakat. Penyelidikan terhadap efisiensi anggaran di tingkat daerah dipastikan akan terus dilakukan.

"Bupati kerja untuk rakyatmu, gubernur kerja untuk rakyatmu, itu yang kita minta. Kesadaran, rasa tanggung jawab, iya kan?" tutupnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kompas.com
Kategori:Voli, DKI Jakarta
wwwwww