Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  PON

Dukung Pembatasan Medsos Anak, Ervan Purwanto: Penting untuk Lindungi Generasi Muda

Dukung Pembatasan Medsos Anak, Ervan Purwanto: Penting untuk Lindungi Generasi Muda
Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto. (Ist)
Senin, 23 Maret 2026 16:10 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Ketua Umum Pemuda Cinta Tanah Air, Ervan Purwanto menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah melalui Kementerian Digital dan Informasi (Komdigi) RI terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak-anak.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi upaya strategis dalam melindungi generasi muda dari berbagai dampak negatif penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dan kecanduan gadget, terutama bermain game.

 
Ia menyoroti sejumlah risiko yang kerap dihadapi anak-anak di ruang digital, seperti perundungan siber, penyebaran informasi yang tidak akurat, tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kesehatan mental hingga pengaruh radikalisme.
 
"Pembatasan ini bukan berarti melarang anak-anak mengakses teknologi, melainkan menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi mereka untuk berkembang," kata Ervan, Senin (23/3/2026).
 
Ervan menjelaskan, regulasi yang tepat justru dapat menjadi sarana edukasi bagi anak-anak agar mampu menggunakan media sosial secara bijak, bertanggung jawab, serta memiliki literasi digital yang kuat sejak dini.
 
Ervan juga menekankan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam mendampingi anak-anak saat berinteraksi di dunia digital.
 
Pengawasan dan komunikasi yang baik di lingkungan keluarga maupun sekolah menjadi kunci utama agar anak tidak terjebak dalam penggunaan teknologi yang berlebihan atau berisiko.
 
"Kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri, orang tua, guru, dan masyarakat harus turut aktif memberikan pemahaman serta pendampingan," terangnya.
 
Ervan memastikan, kebijakan ini dapat menjadi momentum untuk membangun generasi muda yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki daya pikir kritis dan karakter yang kuat dalam menghadapi arus informasi yang begitu cepat.
 
"Saya optimistis dengan adanya sinergisitas antara pemerintah, keluarga, dan masyarakat, maka anak-anak Indonesia dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas secara digital, tangguh secara mental, serta mampu bersosialisasi secara sehat di era teknologi yang terus berkembang pesat," pungkas Ervan. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:PON
wwwwww