Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
18 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ujian John Herdman Lawan Saint Kitts and Nevis di Laga Pembuka FIFA Series 2026

Ujian John Herdman Lawan Saint Kitts and Nevis di Laga Pembuka FIFA Series 2026
Timnas Indonesia. (Garuda.id)
Selasa, 24 Maret 2026 17:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA – Ketua Umum PSSI Erick Thohir memastikan atmosfer besar akan menyelimuti Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta. saat Timnas Indonesia membuka FIFA Series sebagai tuan rumah dengan menghadapi Timnas Saint Kitts and Nevis pada Jumat, 27 Maret 2026.

Bagi Erick, turnamen ini bukan sekadar laga uji coba internasional. FIFA Series di Jakarta menjadi momen penting bagi Timnas Indonesia memulai era baru bersama pelatih John Herdman, sekaligus memberi panggung bagi publik sepakbola nasional untuk melihat wajah baru permainan Garuda.

Menurut Erick, kesempatan menjadi tuan rumah ajang FIFA yang baru pertama kali digelar ini harus dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa Indonesia siap menjadi pusat sepakbola di kawasan.

“Kami ingin FIFA Series di GBK menjadi momentum positif. Bukan hanya bagi Timnas, tetapi juga bagi sepakbola Indonesia untuk menunjukkan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah pertandingan internasional dengan atmosfer yang luar biasa. Oleh karena itu, kesiapan lapangan dan fasilitas lainnya sudah dipersiapkan sebaik mungkin,” ujar Erick di Jakarta, Selasa (24/3/2026).

Partai melawan Saint Kitts and Nevis akan menjadi laga perdana John Herdman. Nama Herdman sendiri bukan sosok sembarangan di sepak bola internasional. Ia dikenal sebagai arsitek yang membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022, mengakhiri penantian panjang selama 36 tahun.

“Coach Herdman punya rekam jejak yang jelas. Dia membangun Kanada dari tim yang tidak diperhitungkan hingga tampil di Piala Dunia. Kami berharap pengalaman itu bisa membawa energi baru bagi Timnas Indonesia,” kata Erick.

Pertandingan ini juga memiliki cerita menarik tersendiri. Duel Indonesia melawan Saint Kitts and Nevis berpotensi terasa seperti reuni Liga Inggris di Stadion GBK. Beberapa pemain dari kedua tim saat ini, setidaknya pernah, berkarier di kompetisi Inggris. Di kubu Indonesia, terdapat nama-nama seperti, Elkan Baggott, Justin Hubner, dan Nathan Tjoe-A-On. Sementara dari tim Saint Kitts and Nevis, ada pemain yang juga berkarier di Inggris misalnya, Jordan Bowery dan Tyrese Shade.

Potensi duel antar pemain yang sama-sama berpengalaman di sepak bola Inggris ini membuat pertandingan pembuka FIFA Series semakin menarik. Termasuk, kembalinya Elkan Baggott ke skuad Garuda setelah terakhir kali membela Timnas pada Mei 2024. Bek jangkung yang bermain di Inggris itu akan menjadi pilar penting di lini pertahanan Indonesia, terutama menghadapi permainan fisik Saint Kitts and Nevis. Erick menlai kembalinya Baggott menjadi tambahan kekuatan bagi skuad Garuda yang kini semakin kompetitif.

Pada FIFA Series kali ini, Timnas Indonesia juga datang dengan komposisi skuad yang menarik. Dari 24 pemain dipanggil yang terdiri dari 14 pemain abroad dan yang berkarier di luar negeri, serta 10 pemain dari liga domestik Perpaduan ini diharapkan menciptakan keseimbangan antara pengalaman internasional dan karakter permainan lokal.

Erick menilai kombinasi tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia yang semakin luas. “Kita sekarang punya banyak pemain yang bermain di luar negeri, tapi liga domestik juga tetap menjadi fondasi penting. Kombinasi ini yang ingin kita bangun agar Timnas semakin kuat,” ujarnya.

Atmosfer GBK dipastikan akan menjadi energi tambahan bagi para pemain. Dukungan ribuan suporter Merah Putih selalu menjadi kekuatan utama Timnas Indonesia setiap kali bermain di kandang.

Erick berharap FIFA Series bukan hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga menjadi panggung untuk melihat identitas baru Timnas di bawah John Herdman.

“Kami ingin masyarakat datang ke stadion, mendukung Timnas, dan saksikan ajang FIFA Series perdana ini. Semoga ini menjadi langkah awal yang positif bagi perjalanan Timnas Indonesia ke depan,” tutupnya. ***

wwwwww