Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Tavares Libatkan Pemain Persebaya Membedah Titik Lemah

Tavares Libatkan Pemain Persebaya Membedah Titik Lemah
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernando Tavares. (Ileague.id)
Rabu, 25 Maret 2026 17:16 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - Sepakbola bukan hanya tentang menang dan kalah, tetapi juga tentang bagaimana bangkit setelah terjatuh dalam berkompetisi salah satunya di Super League 2025/2026.

Itulah yang kini tengah dijalani Persebaya Surabaya usai hasil pahit sebelum jeda kompetisi. Bagi pelatih Bernardo Tavares, kekalahan telak dari Borneo FC Samarinda bukan sekadar angka di papan skor, melainkan beban emosional yang harus segera diurai.

“Kalah dengan skor 5-1 bukanlah hal yang mudah. Sebagai pelatih, saya merasa sangat buruk,” kata Bernardo Tavares.

Apalagi yang membuat situasi semakin menantang adalah jeda pertandingan yang cukup panjang. Sehingga tidak ada kesempatan langsung untuk membalas atau memperbaiki keadaan di lapangan.

Alih-alih larut dalam kekecewaan, dia memilih jalan evaluasi. Mengajak pemain menonton kembali pertandingan dan membedah setiap momen yang menjadi titik lemah.

“Kami ingin mengadakan pertemuan individual dan juga dengan tim tentang hal-hal yang belum kami lakukan dengan baik,” ujar Tavares.

Dalam proses itu, dia menemukan bahwa masalah tidak hanya bersifat teknis. Ada faktor mental yang turut memengaruhi jalannya pertandingan. Menurutnya, lawan tampil lebih agresif, lebih cepat, dan lebih siap memenangkan duel.

“Jika kita ingin menjadi tim yang bagus, kita perlu bermain cepat dan memenangkan duel,” imbuhnya.

Menariknya, banyak situasi yang sebenarnya sudah diprediksi sebelum pertandingan berlangsung. Saat menghadapi Borneo FC, tim pelatih telah mengingatkan soal kekuatan lawan dalam bola mati dan tembakan jarak jauh. Namun, apa yang terjadi di lapangan justru berbanding terbalik.

“Kami sudah memperingatkan, kami sudah menunjukkan video. Tapi gol terjadi dari situasi yang sudah kami bahas,” kata pelatih asal Portugal itu.

Kini baginya menjadi pelajaran penting bahwa persiapan yang baik harus diikuti dengan eksekusi yang maksimal.

Selanjutnya fokus Persebaya bukan lagi pada hasil yang telah berlalu, melainkan pada apa yang bisa diperbaiki. Pelatih berlisensi UEFA Pro itu menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk kembali ke performa terbaik.

Persebaya akan menghadapi laga pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan menjamu Persita Tangerang di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (4/4) mendatang. ***

wwwwww