Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
16 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
13 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
10 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
18 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
11 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Fokus Pengembangan Kota Tua dan Akses JIS, Pramono Siapkan MRT hingga KRL

Fokus Pengembangan Kota Tua dan Akses JIS, Pramono Siapkan MRT hingga KRL
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Kamis, 09 April 2026 18:31 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, pengembangan kawasan Kota Tua dan peningkatan akses transportasi menuju Jakarta International Stadium (JIS) menjadi prioritas strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat di wilayah utara ibu kota.

‎Menurut Pramono, keberadaan Moda Raya Terpadu (MRT) yang ditargetkan tersambung hingga Kota Tua pada 2029 akan menjadi faktor kunci transformasi kawasan bersejarah tersebut. 

‎
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini juga tengah menyiapkan konsep Transit Oriented Development (TOD) untuk mendukung integrasi transportasi dan pengembangan destinasi wisata di kawasan tersebut.
‎
‎Ia menilai, dengan hadirnya MRT dan moda transportasi terintegrasi lainnya, Kota Tua akan berkembang menjadi pusat wisata budaya yang lebih mudah diakses masyarakat dari berbagai wilayah.
‎
‎"Begitu MRT selesai sampai Kota Tua tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (9/4/2026).
‎
‎Selain MRT, Pemprov DKI juga tengah mempercepat elektrifikasi jalur kereta lama yang menghubungkan kawasan Kota Tua hingga wilayah Jakarta Utara, termasuk menuju Tanjung Priok dan Jakarta International Stadium (JIS). Jalur tersebut sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dan kini akan diubah menjadi layanan Kereta Rel Listrik (KRL).
‎
‎Pramono menjelaskan, proyek tersebut akan dilaksanakan secara bertahap dengan panjang lintasan sekitar 16 kilometer pada tahap awal dan akan diperluas hingga sekitar 28 kilometer pada tahap berikutnya. Kehadiran jalur KRL listrik tersebut diyakini akan memperkuat konektivitas kawasan utara Jakarta sekaligus mendukung aktivitas ekonomi dan pariwisata.
‎
‎Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menargetkan layanan KRL menuju JIS dapat segera beroperasi dalam waktu dekat. Fasilitas transportasi tersebut diharapkan mampu mempermudah mobilitas penonton maupun masyarakat yang akan menghadiri berbagai kegiatan di stadion bertaraf internasional tersebut.
‎
‎Pramono menyebut, operasional KRL menuju JIS diharapkan dapat menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada Juni mendatang.
‎
‎"Sehingga dengan demikian, bulan Juni menjadi ulang tahun, kado ulang tahun untuk Jakarta. Orang yang akan menonton ke JIS akan menjadi jauh lebih mudah," katanya.
‎
‎Di sisi lain, pengembangan Kota Tua tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga pada pelestarian kawasan heritage. Pemerintah berencana membangun fasilitas budaya, termasuk museum peranakan, serta menata kawasan Pasar Baru dan Glodok sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.
‎
‎Pramono menegaskan, pengembangan Kota Tua akan dilakukan secara bertahap dan terencana, dengan mempertimbangkan segmentasi pengunjung agar kawasan tersebut dapat dinikmati oleh berbagai lapisan masyarakat.
‎
‎"Kota Tua akan ada TOD yang besar, pasti. Saya menginginkan pembangunan Kota Tua dilakukan secara terencana dan dilakukan secara konsekuen, jadi gradual," pungkas Pramono. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww