Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
21 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
22 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
21 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Ketua Asbanda: BPD Harus Jadi Orkestrator Keuangan Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana

Ketua Asbanda: BPD Harus Jadi Orkestrator Keuangan Daerah, Bukan Sekadar Penyalur Dana
Ketua Umum Asbanda, Agus H. Widodo. (Ist)
Kamis, 16 April 2026 17:19 WIB
Penulis: Mambang Yazid

SOLO - Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Agus H. Widodo, menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) harus bertransformasi menjadi kekuatan utama dalam pengelolaan ekonomi daerah, seiring dengan dinamika kebijakan fiskal dan tekanan terhadap Transfer ke Daerah (TKD).

Hal tersebut disampaikan dalam The Asian Post Best Regional Champion Forum 2026 yang diselenggarakan di Solo, Jawa Tengah, Kamis (16/4/2026). 

"Ke depan, kekuatan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh APBD, tetapi juga oleh seberapa kuat BPD mampu mengelola, menggerakkan, dan mengakselerasi aliran dana di daerah," ujar Agus. 

BPD Harus Naik Kelas

Dalam sambutannya, Agus menekankan bahwa peran BPD tidak bisa lagi terbatas sebagai lembaga intermediasi keuangan yang pasif.

"BPD tidak boleh hanya menjadi tempat parkir dana pemerintah daerah. BPD harus naik kelas menjadi orkestrator pengelolaan keuangan daerah, penjaga stabilitas likuiditas, sekaligus akselerator pertumbuhan ekonomi regional," tegasnya.

Menurutnya, kebijakan transfer kas daerah memiliki implikasi strategis terhadap likuiditas, kapasitas pembangunan, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di daerah. 

Tantangan Fiskal Jadi Momentum

Agus juga menyoroti adanya tekanan terhadap TKD dalam APBN yang berpotensi mempersempit ruang fiskal daerah, menekan belanja pembangunan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi lokal.

Namun demikian, ia melihat kondisi tersebut sebagai peluang strategis bagi BPD untuk mengambil peran yang lebih besar.

"Tantangan ini justru merupakan momentum bagi BPD untuk mengoptimalkan pengelolaan dana daerah, memperkuat intermediasi ke sektor produktif, serta membangun ekosistem ekonomi daerah yang lebih terintegrasi," jelasnya.

Dalam forum yang dihadiri Direktur Jendral Bina Keuangan Daerah, Ketua PERBAMIDA serta para Direktur Utama dan Direktur BPD seluruh Indonesia tersebut, Agus juga memaparkan tiga fokus utama penguatan BPD ke depan, yaitu:

Penguatan tata kelola dan manajemen risiko, untuk meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan publik. Transformasi digital dan operasional, guna meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.  Penguatan peran dalam ekosistem daerah, termasuk dukungan terhadap UMKM dan sektor produktif.

BPD sebagai Solusi Ekonomi Daerah

Agus menegaskan bahwa dalam kondisi keterbatasan fiskal, BPD memiliki posisi strategis sebagai solusi dalam mendukung pembangunan daerah. "Di tengah keterbatasan fiskal, BPD adalah solusi, bukan sekadar pelengkap," ujarnya.  

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Infobank Media Group atas penyelenggaraan forum yang dinilai konsisten mendorong peningkatan kualitas industri perbankan daerah.

Dorong Sinergi untuk Penguatan Ekonomi Daerah

Melalui forum ini, Asbanda berharap tercipta sinergi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulator, dan industri perbankan daerah dalam memperkuat peran BPD.

"Kami optimis BPD akan semakin mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, penjaga stabilitas keuangan regional, serta motor pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tutup Agus. ***

wwwwww