Pemkot Jaktim Dorong Kemandirian Petani Kota Lewat Pembinaan dan Kolaborasi Urban Farming
![]() |
| Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin saat panen melon kedua di Green House Urban Farming Kelompok Tani Geber Tabur (Gerakan Bersama Tanaman Menjadi Subur) di RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. (Ist). |
Jum'at, 24 April 2026 14:11 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur terus memperkuat pembinaan pertanian perkotaan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal ini ditunjukkan melalui kegiatan panen melon kedua di Green House Urban Farming Kelompok Tani Geber Tabur (Gerakan Bersama Tanaman Menjadi Subur) di RW 012, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jumat (24/4/2026).
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin memimpin langsung panen yang menghasilkan sekitar 30 buah melon varietas Inthanon. Sebelumnya, pada panen perdana kelompok tani tersebut berhasil memanen 53 buah melon. Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur Essie Feransie Munjirin serta Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur, Fauzi.
Munjirin menegaskan, keberhasilan panen melon menjadi indikator positif dari pembinaan pertanian perkotaan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan.
"Pembinaan sudah tidak kurang-kurangnya, dari tingkat kota, kemudian dari Sudin KPKP, maupun dari penggerak-penggerak tani yang memang sudah punya pengalaman untuk bisa menularkan kepada kelompok tani yang lainnya," kata Munjirin.
Ia menyampaikan, apresiasi atas konsistensi Kelompok Tani Geber Tabur dalam mengembangkan pertanian perkotaan. Selain melon, kelompok tersebut juga membudidayakan berbagai komoditas hortikultura lain seperti cabai, terong, timun, dan okra yang dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurut Munjirin, dukungan terhadap pengembangan pertanian perkotaan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga melibatkan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya berasal dari Bank Jakarta yang mendukung pengembangan lahan melon di lokasi tersebut.
Ia berharap, kolaborasi lintas sektor tersebut dapat terus diperluas untuk memperkuat kapasitas kelompok tani lain di wilayah Jakarta Timur, sekaligus mempercepat pengembangan urban farming sebagai solusi ketahanan pangan di wilayah perkotaan.
"Kalau hasil ini selalu dijual agar bisa nanti diputarkan kembali hasilnya," ungkap Munjirin.
Selain mendorong peningkatan produksi, Munjirin juga mengingatkan para petani untuk bersiap menghadapi potensi musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino. Ia menekankan, pentingnya efisiensi penggunaan air, pemilihan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering, serta pengaturan pola tanam yang tepat.
"Kami mengimbau agar penggunaan air dilakukan secara bijak. Selain itu, petani perlu memilih jenis tanaman yang tahan musim kemarau dan mengatur waktu tanam serta panen dengan baik," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Geber Tabur, Pamin menjelaskan, kualitas hasil panen melon tergolong baik dengan rata-rata berat mencapai 2,6 kilogram per buah dan tingkat kemanisan sekitar 14 derajat brix. Tingginya kualitas produk tersebut membuat permintaan pasar terus meningkat.
"Peminatnya luar biasa, tetapi produksi kami masih terbatas. Namun kami optimistis, hasil pertanian apa pun pasti memiliki pasar," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Melon Inthanon Jakarta Timur, Amin. Ia mengungkapkan, permintaan pasar terhadap melon Inthanon saat ini jauh lebih besar dibandingkan kapasitas produksi yang tersedia, sehingga peluang pengembangan usaha masih sangat terbuka.
"Peminatnya luar biasa, tetapi produknya kurang. Kalau ada yang pesan, kita sering tidak bisa memenuhi. Panen apa pun pasti laku. Jadi, jangan takut untuk menanam," ucap Amin.
Untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat, kelompok tani tersebut tengah menjalin kolaborasi dengan Yayasan Baitul Maal dari Bank BRI. Rencananya, lahan seluas sekitar 320 x 15 meter akan dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya hingga 10.000 tanaman sayuran.
Program tersebut akan melibatkan masyarakat sekitar, khususnya ibu-ibu dan janda yang membutuhkan tambahan penghasilan. Hasil panen nantinya akan dikelola dan didistribusikan kepada para anggota kelompok sebagai sumber pendapatan berkelanjutan.
Dengan berbagai upaya pembinaan, pendampingan teknis, serta dukungan kemitraan, Pemkot Jakarta Timur optimistis pertanian perkotaan dapat terus berkembang sebagai salah satu strategi memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat perkotaan. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













