Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
15 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
10 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
22 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
15 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
11 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
14 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Bali United Belum Konsisten, Johnny Jansen: Butuh Adaptasi

Bali United Belum Konsisten, Johnny Jansen: Butuh Adaptasi
Bali United FC kalah dari Madura Unite 0-2. (Ileague.id)
Minggu, 10 Mei 2026 19:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution

GIANYAR - Hingga memasuki pekan ke-32 Super League 2025/2026 Bali United FC belum konsisten. Laju positif tim akhirnya terhenti di pekan ke-31 lalu. Setelah sebelumnya mencatat tiga kemenangan beruntun, tim harus pulang tanpa poin saat menghadapi Madura United FC.

Dua gol dari Iran Junior dan Brandao Junior memastikan Bali United menyerah dengan skor 0-2. Kekalahan ini terasa berat karena datang di saat tim sedang berusaha menjaga peluang finis di papan atas klasemen.

Padahal, sebelum laga tersebut, performa tim asuhan Johnny Jansen sedang mengalami peningkatan signifikan. Konsistensi permainan mulai terlihat dan optimisme menembus lima besar kembali terbuka.

Namun hasil di pada pekan tersebut membuat persaingan kembali rumit. Saat ini Bali United berada di posisi ke-8 klasemen sementara dengan perolehan 45 poin dari 12 kemenangan, 9 hasil imbang, dan 10 kekalahan.

Kini dengan tiga pertandingan tersisa, peluang untuk menembus lima besar sebenarnya masih ada. Tetapi syaratnya tidak mudah, Bali United harus mampu menyapu bersih sisa pertandingan melawan Borneo FC Samarinda, Bhayangkara Presisi Lampung FC, dan Dewa United Banten FC.

Johnny Jansen pun tidak menutupi rasa kecewanya atas hasil tersebut. Dia menilai tim seharusnya mampu meraih kemenangan untuk menjaga momentum positif.

“Ya, jadi memang targetnya kita adalah sampai di lima besar, tapi hari ini kita nggak menang. Harusnya kita bisa menang. Di pertandingan berikutnya kita harus menang,” kata pelatih asal Belanda itu.

Apalagi pada BRI Super league 2025/26 ini menjadi pengalaman pertamanya melatih di sepak bola Indonesia. Kedatangannya ke Bali United sempat memunculkan ekspektasi besar, terutama setelah tim tampil impresif pada awal musim.

Kemenangan besar atas PSM Makassar membuat banyak pihak percaya Bali United akan menjadi salah satu kandidat kuat juara. Namun perjalanan panjang liga ternyata tidak berjalan semudah yang dibayangkan.

Bali United justru lebih banyak berkutat di papan tengah dan belum mampu menjaga konsistensi permainan sepanjang musim. Situasi itu membuatnya mendapatkan banyak pelajaran penting tentang kerasnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Ekspektasi meningkat, tapi ternyata di musim ini Bali United ada di tengah-tengah. Bagaimana dia, pelatih, melihat musim perdananya di Indonesia? Apa yang dipelajari selama satu tahun ini?” ujar Johnny Jansen.

“Ya, jadi kita melakukan hal yang bagus, kita me-develop beberapa pemain, tapi kita harus lebih cepat beradaptasi dengan situasi liga yang keras seperti ini. Jadi kita sebagai pelatih, kita melakukan hal yang bagus, cuman kita harus lebih cepat beradaptasi lagi,” imbuhnya. ***

wwwwww