Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
7 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
6 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
6 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Badminton

‎Pramono dan Gibran Tinjau MRT Fase 2A, Mulai Beroperasi Akhir 2027

‎Pramono dan Gibran Tinjau MRT Fase 2A, Mulai Beroperasi Akhir 2027
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka usai meninjau progres pembangunan MRT. (Ist).
Selasa, 12 Mei 2026 14:20 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka meninjau progres pembangunan Stasiun MRT Sawah Besar hingga Stasiun MRT Harmoni, Selasa (12/5/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI-Kota berjalan sesuai target guna memperkuat konektivitas transportasi publik di ibu kota.

‎
‎Dalam peninjauan tersebut, Pram menyebut progres pembangunan MRT Fase 2A saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan jalur MRT hingga Harmoni dapat mulai beroperasi paling lambat pada akhir 2027.
‎
‎"Kami meninjau lokasi mulai dari Sawah Besar hingga Harmoni. Secara keseluruhan, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 59 persen. Berdasarkan informasi dari Direktur Utama MRT Jakarta, proses commissioning akan dimulai pada pertengahan 2027, dengan target operasional hingga Harmoni paling lambat akhir 2027," kata Pram.
‎
‎Ia menjelaskan, pembangunan jalur lanjutan menuju kawasan Kota Tua ditargetkan rampung pada akhir 2029. Dengan demikian, keseluruhan ruas utama MRT Jakarta sepanjang 22,2 kilometer diharapkan selesai pada tahun tersebut.
‎
‎Selain proyek Fase 2A, Pemprov DKI juga tengah melanjutkan pengembangan MRT rute Timur-Barat. Saat ini, proyek tersebut memasuki tahap pembebasan lahan, penetapan trase, dan penentuan titik stasiun.
‎
‎"Jika seluruh proses berjalan lancar, segmen pertama MRT Timur-Barat ditargetkan dapat beroperasi pada 2030," ujar Pram.
‎
‎Pram juga menyoroti aspek teknis pembangunan. Ia menyebut, Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar menjadi stasiun terdalam dalam proyek MRT Fase 2A, dengan kedalaman mencapai 28 meter di bawah permukaan tanah. Sebanyak 3.800 pekerja yang terlibat dalam pembangunan disebut seluruhnya merupakan tenaga kerja Indonesia.
‎
‎Sementara itu, Gibran mengapresiasi progres pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang dinilai berjalan sesuai target. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada jajaran direksi MRT Jakarta dan para pekerja konstruksi yang terlibat.
‎
‎"Ini merupakan proyek kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Secara keseluruhan, progres pembangunan telah mencapai sekitar 59 persen. Pada akhir 2027, jalur Bundaran HI-Monas akan tersambung dan mulai beroperasi, kemudian dilanjutkan hingga Stasiun Kota pada akhir 2029," jelas Gibran.
‎
‎Menurut Gibran, pengembangan transportasi publik yang aman, nyaman, modern, dan terintegrasi menjadi salah satu prioritas Presiden RI. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta kawasan aglomerasi dinilai penting untuk mempercepat integrasi layanan transportasi massal.
‎
‎Wapres juga mengapresiasi inovasi Pemprov DKI Jakarta dalam pengembangan layanan transportasi publik, termasuk kebijakan pembebasan tarif bagi 15 golongan masyarakat seperti lansia dan penyandang disabilitas.
‎
‎"Transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi, dan modern akan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi. Yang terpenting adalah memastikan layanan ini aman dan nyaman bagi anak-anak, perempuan, ibu hamil, lansia, serta penyandang disabilitas," pungkas Gibran. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, DKI Jakarta
wwwwww