Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
9 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
10 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
9 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
5 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Raih Perunggu di World Cup 2026, Tharisa Incar Medali di Asian Games Nagoya 2026

Raih Perunggu di World Cup 2026, Tharisa Incar Medali di Asian Games Nagoya 2026
Tharisa (biru) saat melepaskan pukulan ke arah Josepine dari Filipina. (Dok. Pribadi)
Sabtu, 16 Mei 2026 14:42 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA – Atlet Sanda Putri andalan Indonesia, Tharisa Dea Florentina merasa senang bisa mempersembahkan medali perunggu bagi Indonesia pada Sanda World Cup 2026 di Macao, 11-16 Mei 2026. Tharisa, panggilan karibnya, tampil bersama Nasya Aulia Zahra Wahana (48kg putri) dan Fereddy Sinaga (52kg putra).

Tampil di kelas 52kg putri, Tharisa yang sukses meraih medali emas SEA Games Thailand 2025 hanya mampu memetik satu kemenangan dalam pertarungan dengan menggunakan system round robbin.

“Saya hanya meraih satu kemenangan atas Josepine dari Filipina dalam pertandingan menggunakan system round robbin karena peertanya hanya lima atlet,” kata Tharisa yang dihubungi Minggu (16/5/2026).

Tharisa dan Fereddy yang mendapat tiket dari Federasi Wushu Internasional (IWUF) menjadikan ajang Sanda World Cup 2026 sebagai ajang pemanasan menuju Asian Games Nagoya 2026. Bagi Tharisa, event yang melibatkan 65 atlet dunia ini sebagai ajang evaluasi dan melihat peta kekuatan lawan yang bakal dihadapi pada pesta olahraga empat tahunan negara Asia tersebut.

Pada Asian Games Hangzhou 2022 (yang digelar tahun 2023), Tharisa gagal mempersembahkan medali. Kini, dia bertekad untuk bisa meraih medali pada penampilan keduanya. “Saya sudah melihat peta kekuatan lawan. Dan, saya akan menjalani persiapan lebih baik lagi agar bisa mempersembahkan medali di Nagoya nanti,” tegasnya.

GoNews.co Bersama peraih medali emas dan
Bersama peraih medali emas dan perak.

Sebelumnya, Sekjen Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) Ngatino mengatakan, tampilnya tiga atlet sanda Indonesia di World Cup 2026 menjadi bukti bahwa pembinaan wushu di Tanah Air berjalan dengan baik. "Ini bukan hanya bukti prestasi atlet sanda Indonesia semakin meningkat tetapi juga mendapat pengakuan IWUF," katanya.

Tharisa merupakan peraih medali emas SEA Games Thaiand 2025 dan perunggu Kejuaraan Dunia Wusuh Brasil 2025 dan Fereddy Sinaga,peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Wushu Brasil 2025.

"Tharisa dan Fereddy bisa menjadikan World Cup 2026 sebagai ajang uji coba menjelang Asian Games Nagoya 2026. Jadi, mereka bukan hanya bisa melihat kekuatan lawan tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi PB WI agar bisa dipersiapkan lebih baik lagi saat tampil di Nagoya nanti," tandasnya.  ***

wwwwww