Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
9 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
8 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
9 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Nasional

Pantau Hilal di 88 Titik, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Idul Adha Hari Ini

Pantau Hilal di 88 Titik, Pemerintah Gelar Sidang Isbat Idul Adha Hari Ini
Minggu, 17 Mei 2026 09:20 WIB
JAKARTA – Sebanyak 88 titik pemantauan rukyatulhilal disiapkan untuk mendukung kelancaran sidang isbat penetapan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Pengambilan keputusan penentuan Hari Raya Idul Adha ini diselenggarakan Kementerian Agama di Auditorium HM Rasjidi, Jakarta, Ahad (17/5/2026).

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat menyebut kelancaran proses ini bertumpu pada sinergi kelembagaan yang dibahas sejak rapat daring, Selasa (5/5/2026).

"Pelaksanaan rukyatulhilal bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi dengan BMKG, Pengadilan Agama, ormas Islam, dan seluruh pihak terkait perlu terus diperkuat," urainya.

Berbagai daerah telah memastikan kesiapannya. Observatorium Universitas Muslim Indonesia Makassar dipilih sebagai lokasi pantau di Sulawesi Selatan. Langkah serupa dilakukan Kota Tarakan di Kalimantan Utara, Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat, serta titik lain di Maluku Utara dan Sulawesi Tengah.

Seluruh data dari lapangan ini akan disidangkan mengacu pada Peraturan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2026 dan standar imkanur rukyat MABIMS. Proses persidangan dibagi menjadi seminar pemaparan posisi hilal pukul 16.30 WIB, dilanjutkan musyawarah tertutup pukul 18.00 WIB, dan ditutup lewat konferensi pers pukul 19.00 WIB.

"Pemerintah memiliki dasar perhitungan astronomi dan kriteria imkanur rukyat MABIMS. Namun sebelum diumumkan kepada masyarakat, seluruh data dan masukan dibahas bersama dalam sidang isbat agar keputusan yang dihasilkan dapat menjadi rujukan bersama," paparnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:tempo.co
Kategori:Nasional
wwwwww