Arena Tinju di Kolong Flyover Pasar Rebo Dinilai Ampuh Tekan Tawuran
![]() |
| Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. (Ist). |
Senin, 18 Mei 2026 21:28 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengoptimalkan ruang kota untuk menekan aksi tawuran remaja dengan meresmikan arena ring tinju di kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026). Fasilitas olahraga tersebut dinilai efektif mengurangi tawuran di kawasan yang sebelumnya kerap rawan konflik antarwarga.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan, keberadaan arena tinju menjadi salah satu langkah konkret mengalihkan energi anak muda ke aktivitas yang lebih positif sekaligus menjaga ketertiban lingkungan.
Menurut Pram, sejak arena tersebut mulai digunakan, intensitas tawuran di sekitar Pasar Rebo mengalami penurunan signifikan. Ia menyebut ruang olahraga seperti ring tinju mampu menjadi wadah pembinaan sekaligus penyaluran energi generasi muda agar tidak terlibat perkelahian jalanan.
"Setelah mempunyai tempat ini, hari ini alhamdulillah tawurannya menurun secara drastis. Mudah-mudahan ini memberikan manfaat bagi anak-anak muda di Jakarta Timur agar energinya tersalurkan melalui tempat-tempat seperti ini sehingga lebih produktif, tidak lagi tawuran, mengurangi perkelahian di jalanan, dan mudah-mudahan mereka bisa terlibat dalam menjaga Jakarta," kata Pram saat meresmikan fasilitas tersebut.
Arena ring tinju itu dibangun melalui swadaya masyarakat dan telah digunakan sejak Januari 2026. Fasilitas berdiri di atas lahan seluas 247 meter persegi dengan ukuran arena 9,5 meter x 9,5 meter. Pembinaan latihan dilakukan langsung oleh komunitas tinju profesional bersama warga setempat.
Pram menjelaskan, pemanfaatan kolong flyover menjadi arena olahraga merupakan upaya mengubah ruang yang sebelumnya kurang produktif menjadi tempat aktivitas sehat bagi masyarakat. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan warga menjadi kunci menghadirkan ruang publik yang aman sekaligus mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan.
"Pemanfaatan kawasan kolong Flyover Pasar Rebo merupakan upaya mengoptimalkan ruang kota agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus menghadirkan ruang aktivitas yang sehat dan mencegah kegiatan yang berpotensi mengganggu ketenteraman lingkungan," ujarnya.
Melihat dampak positif terhadap penurunan tawuran, Pemprov DKI Jakarta berencana menghadirkan fasilitas serupa di sejumlah wilayah lain. Salah satunya pembangunan arena ring tinju dan skatepark di kawasan Kampung Melayu. Pengembangan ini juga mempertimbangkan keberhasilan fasilitas olahraga di Ciracas, Jakarta Timur, dalam membantu meredam potensi tawuran remaja.
Pram menegaskan, pengelolaan fasilitas olahraga akan dilakukan bersama komunitas dan pemerintah setempat agar tetap tertib, terbuka, dan terhindar dari praktik pungutan liar. Ia juga memastikan fasilitas tersebut dapat diakses gratis oleh masyarakat, meski kesejahteraan pelatih tetap diperhatikan untuk menjaga keberlanjutan pembinaan.
Selain menjadi sarana olahraga, arena tinju disebut berfungsi sebagai ruang pembentukan karakter bagi generasi muda melalui nilai sportivitas, solidaritas, dan persaudaraan.
Sementara itu, pelatih tinju sekaligus warga setempat, Sudirman, mengaku merasakan dampak langsung dari keberadaan fasilitas tersebut. Menurutnya, kawasan flyover Pasar Rebo sebelumnya cukup sering menjadi lokasi tawuran.
"Alhamdulillah, kami berterima kasih banyak. Di sini biasanya sering tawuran. Dengan adanya fasilitas olahraga bela diri tinju ini, tawuran di flyover Pasar Rebo dan sekitarnya jadi berkurang, dan kami pun bisa latihan," pungkas Sudirman. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, Non Olympic, DKI Jakarta |













