Harga Hewan Kurban di Jakarta Stabil, Daerah Lain Mulai Pasok dari Ibu Kota
![]() |
| Ilustrasi hewan kurban. (Ist). |
Rabu, 20 Mei 2026 13:36 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, stabilnya harga hewan kurban di ibu kota menjelang Iduladha 1447 Hijriah membuat sejumlah daerah mulai mengambil pasokan sapi dan kambing dari Jakarta.
Kondisi itu dinilai menjadi indikator kesiapan stok dan pengelolaan hewan kurban oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Dharma Jaya.
Pram mengatakan, hingga saat ini harga hewan kurban di Jakarta masih relatif stabil tanpa lonjakan signifikan. Ketersediaan sapi maupun kambing juga dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha.
"Alhamdulillah sampai hari ini harga-harga hewan kurban yang ada di Jakarta tidak mengalami kenaikan, relatif stabil. Jumlah hewan kurban, apakah itu sapi, apakah itu kambing dan sebagainya, sekarang ini tersedia sepenuhnya di Jakarta," kata Pram di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Menurut dia, kestabilan harga dan pasokan tersebut justru menarik perhatian sejumlah wilayah di luar Jakarta untuk mengambil hewan kurban dari ibu kota. Hal itu, mencerminkan kesiapan BUMD pangan DKI dalam mengelola distribusi dan kualitas hewan kurban.
"Bahkan, beberapa daerah akhirnya mengambil hewan kurbannya dari Jakarta. Ini menunjukkan bahwa BUMD yang bertanggung jawab untuk itu, salah satunya adalah Dharma Jaya, mereka mempersiapkan secara baik," ujarnya.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pada Iduladha tahun ini, Perumda Dharma Jaya menargetkan penyediaan sebanyak 900 ekor sapi kurban. Seluruh hewan yang disiapkan telah melalui proses seleksi serta pemeriksaan kesehatan secara ketat guna menjamin kualitas dan kelayakannya.
Di sisi lain, Pram juga menegaskan, larangan bagi pedagang hewan kurban untuk berjualan di lokasi yang mengganggu aktivitas publik seperti trotoar, taman, maupun kebun di wilayah Jakarta.
"Saya sudah mengeluarkan instruksi tidak boleh berjualan di tempat yang mengganggu aktivitas publik, terutama di trotoar, di kebun, di taman-taman," tegasnya.
Ia memastikan, pedagang yang kedapatan membuka lapak di lokasi terlarang akan diberikan peringatan dan diminta memindahkan aktivitas jual beli ke tempat yang sesuai.
Kebijakan tersebut dilakukan pemerintah provinsi untuk menjaga ketertiban ruang publik selama momentum penjualan hewan kurban menjelang Iduladha, sekaligus memastikan distribusi hewan tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Maka yang seperti itu segera diberikan peringatan dan mereka untuk tidak boleh berjualan," pungkas Pram. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |












