Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
9 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  SEA Games

Legislator Nabilah Dorong Pengelolaan Sampah Jakarta Berbasis Wilayah

Legislator Nabilah Dorong Pengelolaan Sampah Jakarta Berbasis Wilayah
Audiensi Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup. (Ist).
Rabu, 20 Mei 2026 07:30 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Legislator Komisi D DPRD DKI Jakarta, Nabilah Aboebakar Alhabsyi mendorong, perubahan pola pengelolaan sampah di ibu kota dengan memperkuat sistem penyelesaian berbasis wilayah melalui kecamatan dan kelurahan.

Langkah itu dinilai penting agar Jakarta tidak terus bergantung pada pola lama yang berpusat pada pengangkutan sampah ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

‎
‎Hal itu disampaikan Nabilah saat menghadiri audiensi Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Selasa (19/5/2026).
‎
‎Menurut legislator dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, persoalan sampah di Jakarta harus mulai diselesaikan sejak dari wilayah administratif masing-masing, bukan hanya mengandalkan pengelolaan di hilir.
‎
‎"Ke depan sampah harus selesai di wilayah masing-masing. Jangan semua dibebankan ke Bantargebang. Kecamatan dan kelurahan harus mulai diperkuat menjadi basis pengelolaan sampah yang bisa langsung terselesaikan," kata Nabilah.
‎
‎Ia menilai, pendekatan kewilayahan menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya volume sampah di Jakarta serta keterbatasan kapasitas pengolahan di fasilitas hilir. Karena itu, pemerintah daerah dinilai perlu membangun sistem pengelolaan yang lebih mandiri di tingkat lokal.
‎
‎Nabilah juga mengusulkan adanya wilayah percontohan pengelolaan sampah di setiap kota administrasi, baik di tingkat kelurahan maupun kecamatan. Model tersebut diharapkan dapat menjadi contoh pembinaan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
‎
‎Menurut dia, pengelolaan sampah tidak boleh berhenti sebagai program administratif, tetapi harus menghasilkan solusi konkret, mulai dari pemilahan sampah, pengolahan sampah organik, hingga pengurangan residu.
‎
‎"Harus ada kelurahan maupun kecamatan atau minimal dilakukan di skala kota administratif yang bisa menjadi wilayah percontohan dalam menyelesaikan sampah, apakah itu mengubah sampah menjadi bentuk lain yang lebih berguna, seperti waste to energy, atau sampah benar-benar dimusnahkan. Dari wilayah percontohan tersebut selanjutnya diharapkan bisa direplikasi ke wilayah-wilayah lain," ujarnya.
‎
‎Selain penguatan sistem, Nabilah menekankan pentingnya dukungan anggaran dari DPRD dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk penyelesaian persoalan sampah di tingkat wilayah. 
‎
Ia meminta, para kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup (Kasudin LH) di lima wilayah kota diberi kewenangan serta dukungan anggaran yang memadai.
‎
‎"Kasudin-kasudin harus dibekali anggaran dan sistem yang memadai supaya bisa menyelesaikan persoalan sampah di wilayahnya masing-masing. Jangan semua menunggu kebijakan terpusat," ucapnya.
‎
‎Nabilah berharap, sinergi antara DPRD DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta, dan pemerintah pusat dapat mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah ibu kota menjadi lebih modern, terintegrasi, dan berbasis wilayah. Dengan pendekatan tersebut, beban pengelolaan sampah di hilir diharapkan berkurang sekaligus menciptakan sistem yang lebih efektif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat. ***

Editor:Senopati Ukoro
Kategori:Badminton, SEA Games, DKI Jakarta
wwwwww