Jelang Iduladha, Pemkot Jaktim Kerahkan 177 Petugas Kesehatan Hewan Kurban
![]() |
| Ilustrasi pemeriksaan kesehatan hewan kurban. (Ist). |
Senin, 25 Mei 2026 14:08 WIB
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
Penulis: Muhammad Rifandi Fahrezi
JAKARTA- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Timur mengerahkan sebanyak 177 petugas pemeriksaan kesehatan hewan kurban untuk memastikan hewan yang disembelih sehat, layak, dan aman dikonsumsi masyarakat.
Pelepasan ratusan petugas tersebut dilakukan di Lobby Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin (25/5/2026), oleh Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur yang dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Administrasi Jakarta Timur, Fauzi.
Sebanyak 177 petugas yang terdiri atas dokter hewan dan tenaga kesehatan hewan lainnya dari Institut Pertanian Bogor (IPB) itu akan disebar ke 10 kecamatan di wilayah Jakarta Timur.
Mereka bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di berbagai lokasi pemotongan guna memastikan kelayakan hewan sebelum dan sesudah disembelih.
Fauzi mengatakan, para petugas akan ditempatkan di lebih dari 250 lokasi penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban di wilayah Jakarta Timur.
"Nanti mereka akan bertugas di kurang lebih sekitar 250 lebih lokasi penyelenggara penyembelihan hewan kurban di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur," kata Fauzi.
Menurutnya, kehadiran petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik bagi pembeli hewan kurban maupun penerima daging kurban.
Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan hewan yang dibeli masyarakat dalam kondisi sehat, memenuhi syarat kurban, dan layak disembelih sehingga sah secara syariat.
Selain itu, hasil pemeriksaan juga bertujuan menjamin daging kurban yang diterima masyarakat aman dan layak dikonsumsi.
"Yang lebih penting lagi, masyarakat ketika menerima daging kurban mereka bisa merasakan bahwa ini adalah daging yang layak konsumsi," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi juga mengimbau masyarakat Jakarta Timur untuk menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan kurban, terutama terkait pengelolaan limbah hasil penyembelihan.
Ia meminta, agar sisa kotoran hewan maupun bagian dalam hewan kurban tidak dibuang sembarangan atau ke saluran air karena dapat mengganggu kebersihan lingkungan dan kenyamanan warga.
"Kawasan tempat berkurban, misalnya kotorannya atau bagian-bagian dalam daging hewan supaya tidak dibuang sembarangan. Tidak dibuang ke saluran, tapi ditempatkan pada suatu tempat. Sebisanya dikubur, terpenting tidak mengganggu lingkungan masyarakat sekitar," pungkasnya. ***
| Editor | : | Senopati Ukoro |
| Kategori | : | Badminton, DKI Jakarta |













