Lapas Serang Sembelih 30 Hewan Kurban Bareng Warga Binaan
![]() |
| Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven saat menyerahkan daging korban kepada masyarakat. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Pada tahun ini, Lapas Serang menyembelih 4 ekor sapi dan 26 ekor kambing. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang terbanyak dalam beberapa tahun terakhir.
Hewan kurban berasal dari pegawai, mitra eksternal, serta pihak-pihak yang mendukung kegiatan pembinaan di lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Serang, Riko Stiven, mengatakan bahwa kegiatan kurban tidak hanya menjadi bagian dari perayaan keagamaan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan sosial di lingkungan lapas.
“Kami ingin menghadirkan suasana Iduladha yang bermakna bagi warga binaan. Momentum ini menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan rasa syukur dalam proses pembinaan,” ujarnya kepada wartawan.
Penyembelihan hewan dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk, dengan melibatkan sejumlah warga binaan dalam proses pengolahan daging.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan.
Setelah proses pendistribusian daging kurban, warga binaan bersama petugas menggelar kegiatan memasak bersama. Berbagai menu Idul Adha seperti sate dan gulai disajikan dalam suasana kekeluargaan.
Area dalam lapas tampak hidup dengan aktivitas memasak, obrolan ringan, dan kebersamaan yang jarang terlihat dalam keseharian warga binaan.
Momen makan bersama menjadi puncak acara, memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk merasakan suasana Idul Adha yang hangat.
Menurut Riko, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang menekankan nilai sosial dan kerja sama.
“Pengalaman seperti ini penting bagi warga binaan untuk menumbuhkan kedisiplinan, kebersamaan, serta kemampuan berinteraksi. Semua ini menjadi bekal setelah mereka kembali ke masyarakat,” katanya.
Kegiatan Idul Adha di Lapas Serang diharapkan dapat memperkuat ikatan sosial antara petugas dan warga binaan, sekaligus memberikan ruang refleksi bagi WBP dalam menjalani proses perubahan diri. ***













