Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
15 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
15 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
15 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
15 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
15 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  PON

Rutan Depok Gandeng Dinkes, Edukasi Hantavirus untuk Petugas dan Warga Binaan

Rutan Depok Gandeng Dinkes, Edukasi Hantavirus untuk Petugas dan Warga Binaan
Acara penyuluhan kesehatan tentang Hantavirus bagi petugas dan warga binaan Rutan Depok. (Ist)
Rabu, 03 Juni 2026 16:39 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko

DEPOK - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Jawa Barat, menggelar penyuluhan kesehatan tentang Hantavirus bagi petugas dan warga binaan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan pemasyarakatan. Penyuluhan yang berlangsung di Gazebo Kunjungan Rutan Depok itu diikuti 50 peserta yang terdiri atas 25 pegawai dan 25 warga binaan.

Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai karakteristik Hantavirus, gejala yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Mewakili Kepala Rutan Kelas I Depok, Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Thowvik Nur Rohman membuka kegiatan sekaligus mengingatkan pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap berbagai risiko penyakit menular.

Menurut dia, edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah preventif yang perlu dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan dengan tingkat interaksi yang tinggi seperti rumah tahanan.

"Peningkatan pengetahuan menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit. Dengan memahami faktor risiko dan cara pencegahannya, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman," ujar Thowvik pemaparan dalam rilis yang diterima Rabu (3/6).

Dalam sesi penyuluhan, dua narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Depok menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius apabila tidak ditangani dengan baik.

Peserta diberikan penjelasan mengenai penyebab penyakit, mekanisme penularan, gejala klinis, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah utama pencegahan.

Suasana penyuluhan berlangsung interaktif. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait langkah pencegahan yang dapat diterapkan baik di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

Kepala Rutan Kelas I Depok, Agung Nurbani, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Rutan Depok dalam membangun budaya hidup sehat sekaligus memperkuat sistem pencegahan penyakit di lingkungan pemasyarakatan.

Menurut Agung, kesehatan menjadi aspek penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas petugas maupun proses pembinaan warga binaan.

"Kami ingin memastikan seluruh petugas dan warga binaan memiliki pemahaman yang baik mengenai berbagai potensi penyakit menular, termasuk Hantavirus. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat semakin meningkat," kata Agung dalam keterangannya.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kota Depok merupakan bentuk sinergi antarlembaga dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan kondusif.

Menurut dia, keberhasilan pembinaan tidak hanya ditentukan oleh program kepribadian dan kemandirian, tetapi juga didukung kondisi kesehatan yang terjaga dengan baik.

Penyuluhan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan penyakit dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap faktor-faktor yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.

Melalui kegiatan edukatif ini, Rutan Depok berharap kesadaran kolektif mengenai pentingnya kesehatan terus tumbuh, sehingga lingkungan pemasyarakatan dapat menjadi ruang pembinaan yang aman dan mendukung kualitas hidup seluruh penghuninya. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:PON, Automotif, Jawa Barat
wwwwww