Rupiah Jebol Rp18 Ribu per Dolar AS, Mendag Budi Tempuh Skema Barter
![]() |
| Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jakarta, Senin (25/5/2026). (Foto: ANTARA/Maria Cicilia Galuh) |
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) resmi menembus level psikologis yang mengkhawatirkan. Layar pemantauan Google Finance mencatat angka Rp18.042 per dolar AS, Kamis (4/6/2026) pukul 13.54 WIB.
Lonjakan mata uang asing ini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku usaha, terutama mereka yang bergantung pada rantai pasok global. Mengantisipasi kepanikan pasar, Menteri Perdagangan, Budi Santoso langsung memaparkan data ketahanan ekonomi nasional yang dinilai masih solid.
"Kondisi masih bagus, ekspor kita tetap naik 5,48 persen," ujar Budi di Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Barter Jadi Jalan Keluar Darurat
Pemerintah tidak sekadar bersandar pada data ekspor. Menghadapi gempuran dolar yang makin perkasa, Kementerian Perdagangan merumuskan siasat mitigasi yang tak lazim di era modern, yakni sistem jual-beli barter.
Strategi tukar komoditas ini membidik Filipina sebagai mitra perdana. Kesepakatan ini bermula dari diplomasi ekonomi di sela-sela perhelatan negara kawasan Asia Tenggara (ASEAN) beberapa waktu lalu.
"Waktu kemarin di acara ASEAN, kami bertemu pengusaha Filipina. Dia bilang, nilai tukar atau uang Filipina juga kurang bagus. Kemudian ditawarkan jual-beli barang dengan cara barter," jelasnya.
Langkah taktis ini bergerak sangat cepat. Pemerintah memastikan pihak pembeli (buyer) dari skema barter ini telah disiapkan, meski rincian spesifik komoditas yang akan ditukar masih dalam tahap finalisasi akhir.
"Nah ini sudah kita carikan pembelinya sudah ketemu, nanti tanggal 12 kita akan tanda tangan kontrak dengan buyer," paparnya.
Amankan Rantai Pasok Bahan Baku Impor
Dampak paling nyata dari lesunya rupiah membayangi harga barang impor yang menjadi urat nadi berbagai industri domestik. Komoditas vital seperti bahan baku pupuk untuk sektor pertanian, kedelai untuk industri pangan, hingga suku cadang (spare part) otomotif berisiko mengalami lonjakan harga tajam.
Menyikapi hal ini, Kementerian Perdagangan menekan para produsen untuk menjaga kelancaran distribusi. Stok bahan pokok di pasar domestik diklaim masih dalam pantauan ketat dan berada pada level stabil.
"Dari importasi bahan baku, kita selalu monitor. Dan, kita terus komunikasi dengan para produsen jangan sampai ada yang terganggu. Gitu, kan. Jangan sampai stok enggak ada," ungkapnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Ekonomi |













