Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Nasional

Angkutan Sawit KAI Tembus 268 Ribu Ton, Kereta Api Makin Strategis Dukung Ekspor Nasional

Angkutan Sawit KAI Tembus 268 Ribu Ton, Kereta Api Makin Strategis Dukung Ekspor Nasional
Kereta Api angkut Sawit. (Ist)
Sabtu, 06 Juni 2026 23:38 WIB
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan angkutan komoditas perkebunan sepanjang Januari hingga Mei 2026. Total volume yang diangkut mencapai 268.728 ton atau meningkat 7,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar 249.327 ton.

Peningkatan tersebut didominasi oleh pengangkutan crude palm oil (CPO) dan berbagai produk turunan kelapa sawit yang menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia.

Kenaikan volume angkutan ini memperlihatkan semakin pentingnya peran kereta api dalam mendukung rantai pasok logistik nasional, khususnya untuk distribusi komoditas perkebunan dari kawasan produksi menuju industri pengolahan dan pelabuhan ekspor.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap transportasi berbasis rel.

"Komoditas perkebunan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Distribusi yang lancar menjadi faktor penting untuk menjaga kesinambungan industri sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global," ujar Anne dalam keterangannya Sabtu (6/6/2026).

Sebagian besar angkutan perkebunan yang dilayani KAI berasal dari sektor kelapa sawit.

Komoditas ini menjadi salah satu tulang punggung ekspor nasional dan memiliki keterkaitan langsung dengan industri pengolahan, perdagangan, hingga aktivitas ekspor.

Di Sumatera, yang merupakan pusat produksi sawit nasional, kebutuhan distribusi dalam jumlah besar terus meningkat seiring pertumbuhan sektor perkebunan.

Kelancaran pergerakan komoditas tersebut dinilai penting karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi daerah, penyerapan tenaga kerja, serta keberlangsungan berbagai sektor usaha yang terhubung dalam rantai pasok industri sawit.

Di tengah tingginya kebutuhan distribusi barang skala besar, kereta api semakin dipilih sebagai moda transportasi logistik karena memiliki kapasitas angkut yang besar dan jadwal operasional yang terukur.

Selain mampu mengangkut komoditas dalam jumlah besar secara konsisten, penggunaan kereta api juga membantu mengurangi beban kendaraan angkutan berat di jalan raya.

Kondisi tersebut membuat transportasi berbasis rel semakin strategis dalam mendukung distribusi komoditas nasional, terutama pada sektor perkebunan yang membutuhkan pengiriman berkelanjutan dari kawasan produksi menuju pusat pengolahan dan pelabuhan.

KAI menilai pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi indikator positif bagi penguatan sistem logistik nasional.

Konektivitas yang semakin baik antara sentra produksi, kawasan industri, dan pelabuhan dinilai mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat daya saing komoditas Indonesia di pasar internasional.

"KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung distribusi komoditas strategis nasional. Kami ingin memastikan sektor-sektor produktif mendapatkan layanan transportasi yang efisien, andal, dan berkelanjutan," kata Anne.

Pertumbuhan hampir 8 persen dalam lima bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya menjadi moda transportasi penumpang, tetapi juga semakin berperan sebagai infrastruktur penting dalam mendukung perdagangan, distribusi logistik, dan ekspor Indonesia. ***

Editor:Azhari Nasution
Kategori:Nasional, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww