Relokasi 1.555 Napi ke Lapas Baru Muaro Jambi Pengamanan Super Ketat
![]() |
| Relokasi 1.555 Napi ke Lapas Baru Muaro Jambi dalam pengamanan super ketat. (Ist) |
Penulis: Bimo Putro Prihandoko
Pemindahan tersebut menjadi salah satu relokasi warga binaan terbesar yang pernah dilakukan di Provinsi Jambi.
Proses pemindahan dilaksanakan secara bertahap dengan pengamanan ketat dan pengawasan berlapis.
Seluruh warga binaan dipindahkan dari lapas lama menuju fasilitas baru menggunakan prosedur pengamanan yang telah disiapkan sebelumnya.
Kegiatan ini mendapat perhatian langsung dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Direktur Pengamanan dan Intelijen Pemasyarakatan, Tatan Dirsan Atmaja, hadir di lokasi untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai standar keamanan.
"Pemindahan 1.555 warga binaan merupakan kegiatan yang memerlukan perencanaan matang dan koordinasi lintas instansi. Prioritas kami adalah memastikan seluruh proses berlangsung aman, tertib, dan sesuai prosedur yang berlaku," kata Tatan dalam keterangan pers, Minggu (7/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, pengamanan diperkuat oleh 12 personel TNI dan 24 personel Brimob Polda Jambi.
Dukungan juga datang dari jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jambi yang diperbantukan selama proses relokasi berlangsung.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, bersama Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, turut memantau langsung seluruh rangkaian kegiatan.
Menurut Tatan, relokasi tersebut tidak hanya bertujuan memindahkan warga binaan ke lokasi baru, tetapi juga menjadi bagian dari peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.
"Kami ingin memastikan fasilitas yang lebih representatif dapat mendukung pembinaan yang lebih optimal, sekaligus memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di dalam lapas," ujarnya.
Gedung baru Lapas Kelas IIA Jambi di Muaro Jambi dibangun untuk menjawab kebutuhan kapasitas hunian serta peningkatan kualitas sarana dan prasarana pemasyarakatan.
Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan mampu mendukung program pembinaan, pelatihan keterampilan, hingga reintegrasi sosial warga binaan.
Hingga proses relokasi selesai, tidak terdapat laporan mengenai gangguan keamanan maupun insiden yang menghambat jalannya kegiatan.
Pemindahan 1.555 narapidana tersebut menjadi tonggak baru dalam pengelolaan pemasyarakatan di Jambi sekaligus menandai dimulainya operasional penuh Lapas Kelas IIA Jambi di lokasi yang baru. ***













