Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
17 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
17 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Analis Politik CIR: Peluang Gibran Nyapres di 2029 Tipis

Analis Politik CIR: Peluang Gibran Nyapres di 2029 Tipis
Pilpres 2029. (Ist)
Kamis, 11 Juni 2026 07:33 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Analis Politik Center for Indonesian Reform (CIR), Subhan Akbar, memperkirakan peluang anak sulung Mantan Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dicalonkan saat pilpres 2029 sangat tipis. Meskipun dukungan politik dan pendanaan cukup solid tapi situasi pencapresan di tahun 2029 akan lebih ketat dari sebelumnya.

Menurut Subhan, publik akan mengawasi dengan ketat persyaratan pencalonan yang dikeluarkan KPU. Proses verifikasi dokumen pencalonan akan menjadi perhatian publik menyusul adanya polemik keaslian Joko Widodo saat mendaftar ke KPU. Dan ini akan menyulitkan siapapun untuk memanipulasi dokumen pencalonan.

"Publik dan lembaga pengawas pemilu pasti akan menyoroti proses verifikasi dokumen ini. Publik tidak ingin kejadian 10 tahun lalu dimana proses verifikasi berkas pencalonan Joko Widodo tidak diverifikasi sesuai aturan. Akibatnya sekarang menimbulkan polemik," katanya.

Subhan memperkirakan dengan kondisi ini pihak sponsor Gibran akan berupaya mencari figur lain yang lebih aman secara dokumen. Jika masih berharap yang maju harus dari keluarga Joko Widodo maka pilihannya akan jatuh pada Kaesang.

"Trah Jokowi tetap akan dipakai dalam kontestasi pilpres nanti. Tapi pilihannya bukan Gibran. Tim pendukung akan mencari cara yang lebih aman untuk tetap mengikuti kontestasi politik lima tahunan itu. Caranya dengan mengganti Gibran dengan Kaesang sebagai salah satu kontestan," katanya. ***

wwwwww