Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
20 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
21 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
21 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
20 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
21 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Basket

Perjanjian Damai Iran dan AS Ubah Aturan Main Selat Hormuz

Perjanjian Damai Iran dan AS Ubah Aturan Main Selat Hormuz
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi. (Foto: Xinhua)
Minggu, 14 Juni 2026 05:18 WIB

JAKARTA - Angin segar perdamaian berembus dari Timur Tengah menyusul rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Pengesahan dokumen penting ini kemungkinan besar akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi memaparkan hal tersebut saat hadir dalam wawancara khusus dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV, Jumat (12/6/2026) malam.

"Dokumen perdamaian akan ditandatangani secara digital oleh kedua belah pihak di negara masing-masing, baru kemudian diumumkan kepada dunia," papar Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi.

Dampak Signifikan Bagi Medan Tempur

Selain menyepakati komitmen bersama untuk tidak lagi memulai perang baru, kesepakatan ini diproyeksikan membawa dampak luas bagi kawasan Timur Tengah. Dokumen perdamaian ini menetapkan aturan untuk menghentikan perang di seluruh medan tempur, termasuk di Lebanon.

Syarat tersebut secara otomatis mewajibkan militer Israel untuk mundur dari wilayah-wilayah yang saat ini mereka duduki.

Pada tahapan selanjutnya, kedua negara sepakat memulai perundingan tahap kedua dalam waktu 60 hari. Fokus utama perundingan lanjutan ini menyoroti pencabutan sanksi ekonomi dan kesepakatan akhir program nuklir Iran.

Teheran memberikan syarat ketat soal urusan nuklir ini. Pengolahan bahan nuklir, khususnya uranium kadar tinggi, hanya bisa diterima jika didilusi atau diencerkan langsung di dalam wilayah Iran sendiri.

Pembebasan Aset dan Aturan Baru Selat Hormuz

Draf perdamaian juga mengatur perubahan besar dalam regulasi perairan serta pemulihan hak finansial negara. Beberapa poin penting yang disepakati adalah:

  • Aset Iran: Pencairan kembali harta dan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS.
  • Akses Laut: Pencabutan total blokade laut yang dilakukan militer AS terhadap wilayah Iran.
  • Jalur Vital: Pembukaan kembali Selat Hormuz dengan penyesuaian aturan hukum maritim.

Pengelolaan Selat Hormuz dipastikan tidak akan kembali seperti masa sebelum perang. Iran tetap menempatkan pasukan militernya dan memegang kedaulatan di sana, tetapi aturan hukum akan disesuaikan dengan hukum laut internasional.

Isu mengenai penarikan biaya tol bagi kapal-kapal asing yang melintas dibantah keras oleh pihak berwenang. Kapal asing tidak dikenakan tol, melainkan hanya penarikan biaya layanan yang nilainya tetap wajar.

Fasilitasi Penengah dan Sinyal Positif AS

Titik terang perdamaian ini berhasil dicapai melalui mediasi yang intensif. Selama beberapa pekan terakhir, Pakistan bertindak sebagai pihak penengah atau mediator yang memfasilitasi Iran dan AS untuk gencar bertukar proposal perdamaian.

Kabar kesepakatan ini turut diamini oleh pemimpin negara adidaya bersangkutan. Dokumen kesepakatan ini diharapkan bisa segera berkekuatan hukum tetap.

"Kami baru saja mencapai kesepakatan besar untuk mengakhiri perang dengan Iran, dan perjanjian itu diharapkan sah dalam beberapa hari ke depan," sambung Presiden AS, Donald Trump melalui keterangannya, Kamis (11/6/2026). ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww