Terseret Kasus Dua Puluh Triliun Sony Sonjaya Ditinggal Pengacara Akibat Tidak Jujur
![]() |
| Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya. |
JAKARTA - Keputusan mengejutkan datang dari pengacara senior, Elza Syarief yang resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum Sony Sonjaya. Tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut ditinggalkan oleh pembelanya lantaran terbukti menyembunyikan kebenaran. Langkah ini menjadi sorotan tajam publik mengingat Elza selama ini mendampingi sang klien tanpa menerima bayaran sepeser pun alias memberikan bantuan hukum secara pro bono.
Kasus dugaan korupsi yang menyeret Sony Sonjaya menjadi perhatian utama karena nilai kerugian negara ditaksir menyentuh angka bombastis, yakni Rp20 triliun. Proses penyidikan terus mendalami berbagai bentuk penyimpangan, mulai dari praktik markup harga pengadaan barang hingga indikasi jual beli titik lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau dapur program MBG.
Di tengah pusaran perkara kelas kakap tersebut, Elza menegaskan dirinya mendampingi Sony murni karena awalnya meyakini tersangka bersih dari segala tuduhan kejahatan kerah putih.
"Saya bantu Sony Sonjaya pro bono alias free. Saya tidak pernah menerima uang tidak pernah minta juga. Saya ikhlas membuka kasus ini terang benderang, mereka bilang saya keras dan sangat terbuka ke publik, itu pernyataan Sony sendiri," ujar Elza, Selasa (16/6/2026).
Kepercayaan tersebut perlahan luntur setelah sejumlah fakta baru mencuat dan bertolak belakang dengan pengakuan tersangka. Sony sebelumnya bersumpah tidak melakukan pelanggaran hukum, namun informasi dari berbagai pihak mengungkap bahwa ia rutin menerima aliran dana, salah satunya dari seseorang bernama Asep.
"Karena Sony tidak jujur dan sebelumnya sempat bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang terutama Asep, dia menerima uang dari Asep secara rutin bagaimana mau Justice Collaborator," urainya.
Kejujuran dinilai sebagai fondasi paling krusial dalam hubungan antara advokat dan klien. Tanpa adanya informasi yang utuh, strategi pembelaan tidak mungkin disusun secara profesional. Selain masalah integritas klien, Elza juga merasa geraknya dibatasi oleh pihak-pihak tertentu yang sengaja menutup akses informasi penting terkait skandal tersebut.
"Saya tidak nyaman, sepertinya mau saya tidak sebagai kuasa hukumnya karena takut terbuka kedoknya. Mereka merasa saya berbahaya dan saya melihat mau supaya saya cabut kuasanya," paparnya.
Merasa kehadirannya dianggap mengganggu skenario pihak yang ingin menutupi kasus, Elza memilih mengambil langkah antisipasi. Ia mendahului mundur sebelum pihak tersangka mencabut surat kuasanya secara sepihak.
"Sebelum saya dicabut, saya mundur saja. Sama saja dicabut atau mundur yang penting saya bukan kuasa hukumnya lagi," tegasnya.
Pengunduran diri pengacara kondang tersebut dipastikan sah dan berlaku sejak Senin (15/6/2026). Status Sony Sonjaya kini tetap harus menghadapi kelanjutan proses hukum guna mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan penyidik.***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | viva.co.id |
| Kategori | : | e-Sports |













