Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
10 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Basket

Iran Pastikan MoU Damai dengan AS Turut Mengikat Militer Israel

Iran Pastikan MoU Damai dengan AS Turut Mengikat Militer Israel
Menlu Iran Abbas Araghchi (AFP/ATTA KENARE).
Selasa, 16 Juni 2026 18:15 WIB

JAKARTA - Memorandum of Understanding (MoU) menjadi titik temu perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang sempat terlibat perang selama beberapa bulan. Menyusul kesepakatan ini, Iran mengingatkan bahwa MoU tersebut berlaku satu paket dengan Israel.

Berdasarkan pemberitaan Aljazeera, Selasa (16/6/2026), Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi yang potretnya turut diarsipkan oleh AFP/ATTA KENARE, memandang Washington dan Tel Aviv adalah satu dan sama terkait hal negosiasi.

Satu Front Pertahanan

Peringatan keras dilayangkan apabila terjadi serangan Israel terhadap Lebanon. Tindakan tersebut, termasuk pendudukan wilayah Lebanon yang berkelanjutan mulai sekarang, dinilai melanggar kesepakatan sementara dengan Amerika Serikat.

"Menurut pandangan kami, kedua pihak dalam memorandum ini adalah AS dan Israel di satu sisi, dan Iran serta Hizbullah di sisi lain," ungkap Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi.

Sejak awal konflik pecah, posisi Iran tidak pernah berubah, yakni menganggap Iran dan Lebanon bukanlah front yang terpisah melainkan satu front tempur.

Situasi Terkini Lebanon

Medan pertempuran bagi kekuatan regional dan internasional telah lama melekat pada Lebanon. Terdapat perubahan besar pasca konfrontasi terakhir:

  • Perang yang terjadi pada akhir tahun 2024 memicu kemunduran militer bagi Hizbullah.
  • Kondisi tersebut berdampak pada hilangnya banyak pengaruh Iran di negara itu.
  • Saat ini, keseimbangan kekuatan di Lebanon telah bergeser mendukung kubu anti-Iran.

Menyikapi hal ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menekankan Hizbullah akan terus memiliki pengaruh di Lebanon. Nota kesepahaman yang terjalin dipercaya oleh Iran mencakup agenda pengakhiran pendudukan Israel atas Lebanon.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:detik.com
Kategori:Basket
wwwwww