Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
3
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Beladiri

KPK Telusuri Transaksi Aset Tersangka Pemerasan K3 Kemnaker

KPK Telusuri Transaksi Aset Tersangka Pemerasan K3 Kemnaker
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo memberikan keterangan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/6/2026). (Foto: Antara/Rio Feisal)
Kamis, 18 Juni 2026 11:31 WIB

JAKARTA – Upaya pembersihan praktik pungutan liar dan pemerasan dalam sertifikasi profesi terus bergulir. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini fokus melacak aset-aset yang dibeli oleh para tersangka kasus dugaan pemerasan pengurusan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Fokus Pemeriksaan Saksi Swasta

Saksi dari pihak swasta berinisial MCS dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan pada Rabu (17/6/2026). Penyelidikan ini mengarah pada dugaan adanya konversi uang hasil pemerasan menjadi aset properti atau barang berharga lainnya.

“Saksi hadir. Penyidik meminta keterangan saksi soal pembelian aset oleh tersangka,” jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Kamis (18/6/2026).

Kronologi OTT dan 11 Tersangka Awal

Kasus korupsi kakap di lingkungan kementerian ini berawal dari operasi tangkap tangan (OTT). KPK kemudian menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan beserta 10 orang lainnya sebagai tersangka pada 22 Agustus 2025.

Pihak-pihak dari internal birokrasi dan swasta yang ditetapkan sebagai tersangka awal:

  • Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemenaker tahun 2022–2025 Irvian Bobby Mahendro (IBM)
  • Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja Kemenaker tahun 2022-2025 Gerry Aditya Herwanto Putra (GAH)
  • Subkoordinator Keselamatan Kerja Direktorat Bina K3 Kemenaker tahun 2020–2025 Subhan (SB)
  • Subkoordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja Kemenaker tahun 2020–2025 Anitasari Kusumawati (AK)
  • Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (Binwasnaker) dan K3 Kemenaker pada Maret–Agustus 2025 Fahrurozi (FAH)
  • Direktur Bina Kelembagaan Kemenaker tahun 2021-Februari 2025 Hery Sutanto (HS)
  • Subkoordinator di Kemenaker Sekarsari Kartika Putri (SKP)
  • Koordinator di Kemenaker Supriadi (SUP)
  • Pihak PT KEM Indonesia Temurila (TEM)
  • Pihak PT KEM Indonesia Miki Mahfud (MM)
  • Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (IEG)

Penambahan Tersangka Baru

Penyidikan tidak berhenti di sana. Skandal pengurusan sertifikat K3 ini terbukti melibatkan pejabat teras lainnya setelah dilakukan pengembangan perkara.

Tepat pada 11 Desember 2025, penyidik menetapkan tiga tersangka tambahan. Ketiganya yaitu mantan Kepala Biro Humas Kemenaker Sunardi Manampiar Sinaga (SMS), mantan Sekretaris Ditjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Chairul Fadhly Harahap (CFH), serta mantan Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemenaker Haiyani Rumondang (HR).***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww