Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
9 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
3
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
8 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
4
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
8 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
5
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
7 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
6
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
DKI Jakarta
8 jam yang lalu
Rizky Ridho Tegaskan Tekad Tak Mau Kalah di Balik Kemenangan Persija
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Rangkaian HUT ke-99 Persebaya Surabaya Penuh Makna

Rangkaian HUT ke-99 Persebaya Surabaya Penuh Makna
Persebaya Surabaya rayakan HUT ke-99. (Ileague.id)
Kamis, 18 Juni 2026 21:47 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SURABAYA - Persebaya Surabaya mengisi rangkaian perayaan ulang tahun ke-99 dengan cara yang sederhana namun penuh makna. Sejumlah perwakilan pemain tim pelatih berziarah ke makam salah satu pendiri klub, almarhum M. Pamoeji, di TPU Karang Tembok, Pegirian, Semampir, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/6/2026) pagi.

Tradisi tersebut bukan hal baru bagi Bajul Ijo. Setiap memasuki hari jadi klub, penghormatan kepada para pendiri selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan Persebaya.

Sebagai pengingat agar seluruh elemen tim tidak melupakan sejarah panjang yang telah membentuk klub hingga menjadi salah satu klub terbesar di Indonesia.

"Ya istilahnya kita setiap tahun setiap ulang tahun selalu berziarah ke makam pendiri Persebaya. Artinya itu kita jangan sampai melupakan sejarah. Kita tetap respek dan menghormati cikal bakal berdirinya Persebaya," ujar asisten pelatih Persebaya Uston Nawawi.

Baginya, Persebaya bukan sekadar klub sepak bola. Di balik nama besar yang dimiliki saat ini, ada sejarah panjang dan perjuangan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

"Ya tentunya Persebaya adalah salah satu tim legendaris tim yang tua karena sudah berusia 99 tahun dan tim yang sarat prestasi dan perjuangan juga," imbuh pelatih berlisensi A AFC itu.

Karena itu, rasa hormat kepada para pendiri menjadi sesuatu yang terus dijaga oleh keluarga besar Persebaya.

"Ya tentunya secara umumnya kita membaca surat Al Fatihah semoga beliau tetap langgeng di sisiNya dan keberkahan selalu bersama khususnya tim Persebaya," kata Uston Nawawi.

Selain itu, ziarah juga diikuti Rachmat Irianto, Toni Firmansyah, Arief Catur Pamungkas, dan Koko Ari Araya. Tradisi itu menjadi simbol bahwa perjalanan panjang tim berjuluk Bajul Ijo tak pernah lepas dari jasa para pendiri yang telah meletakkan fondasi klub sejak 1927 itu. ***

wwwwww