Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
7 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
7 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
6 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Ini Karakter Pemain Persija Yang Dibutuhkan Shin Tae-yong

Ini Karakter Pemain Persija Yang Dibutuhkan Shin Tae-yong
Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong. (Ileague.id)
Kamis, 18 Juni 2026 21:29 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Shin Tae-yong, pelatih Persija Jakarta, mengungkapkan pandangannya terkait karakter pemain yang ia butuhkan dalam membangun skuat Persija untuk musim Super League 2026/2027. Menurutnya, selain ranah teknis, aspek mentalitas dan kemauan untuk berjuang demi tim menjadi faktor utama yang tidak bisa ditawar.

Ia menegaskan bahwa pemain yang dipilih harus memiliki semangat pengorbanan dan etos kerja tinggi di atas lapangan. Dalam sepak bola modern, menurutnya, kerja kolektif dan intensitas permainan menjadi fondasi utama yang menentukan keberhasilan sebuah tim.

“Kami butuh pemain yang mau berkorban untuk tim. Pemain yang merasa ‘siapa saya’ dengan pundak yang kaku (sombong), tidak mau berkorban untuk tim, hanya berdiri diam dan tidak berlari keras di lapangan. Pemain-pemain seperti itu tidak akan saya pilih. Itulah filosofi yang saya pegang dalam sepak bola,” ujar Shin Tae-yong.

Ia pun menjelaskan bahwa bentuk nyata dari pengorbanan tersebut adalah kesediaan pemain untuk bekerja dalam berbagai situasi, contohnya membantu pertahanan meski berada di posisi menyerang. Ia menilai hal itu sebagai indikator penting untuk melihat seberapa besar komitmen seorang pemain terhadap kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

“Maksud dari mau berkorban untuk tim adalah meskipun dia berada di posisi paling depan (striker), ketika dia kehilangan bola, dia mau turun sampai ke area penalti kami sendiri untuk melakukan tekel, merebut bola, dan membawanya lagi,” ucapnya.

Shin Tae-yong pun menambahkan bahwa intensitas dan kerja keras seperti itu mungkin tidak terjadi di setiap momen pertandingan. Namun, kehadiran momen-momen kecil yang menunjukkan sikap rela berkorban akan berdampak besar terhadap kekompakan dan identitas permainan tim secara keseluruhan.

“Tentu tidak bisa dilakukan setiap saat, tapi jika hal seperti itu muncul satu atau dua kali saja demi tim, itu akan membuat seluruh pemain menjadi satu dan berlari keras bersama,” tutupnya.

Selain itu, Shin Tae-yong menilai bahwa membangun tim yang kuat tidak hanya bergantung pada kualitas individu pemain, tetapi juga pada kesamaan visi dan kesadaran kolektif untuk berjuang bersama. ***

wwwwww