Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
13 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
3
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
7 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
8 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
6
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
12 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Panas Jelang Muktamar Cak Imin Minta Pemain Politik Didepak dari NU

Panas Jelang Muktamar Cak Imin Minta Pemain Politik Didepak dari NU
Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Minggu, 21 Juni 2026 14:07 WIB

JAKARTA - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menyoroti situasi internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 bulan Agustus 2026. Ia mendesak agar pihak-pihak yang mencoba bermain politik praktis segera dikeluarkan dari organisasi.

Melalui cuitan di akun X pribadinya, Minggu (21/6/2026), Menko Pemberdayaan Masyarakat ini menegaskan bahwa wajah NU harus tetap sejuk dan mengedepankan harmoni antarumat.

Berikut poin-poin utama sorotan Abdul Muhaimin Iskandar terkait kondisi PBNU saat ini:

  • NU Bukan Arena Politik: Ia mengingatkan publik bahwa NU adalah wadah kultural. "NU itu bukan organisasi politik yang membuat hubungan selalu kompetitif. NU itu orkestrasi kultural yang menyatukan, bukan saling menyingkirkan. Berbagai kemampuan dan kecerdasan sosial bersatu padu," jelasnya.
  • Peringatan Keras bagi Politikus: Menyikapi dinamika jelang Muktamar ke-35, ia menyoroti pihak yang sibuk mencari panggung kekuasaan. "Yang main-main di NU keluarkan aja. Yang berpolitik silakan di partai aja. NU itu lesehan dan menyatu tanpa ketegangan," ungkapnya.

Tanpa menunjuk kubu tertentu, seruan ini seolah menjadi pengingat agar organisasi kembali ke tradisi silaturahmi tanpa ketegangan struktural.

Di akhir unggahannya, mantan Wakil Ketua DPR RI ini mengutarakan rasa rindunya kepada sosok Hasyim Muzadi, tokoh yang pernah memimpin PBNU pada kurun waktu 1999-2010.

"Kangen Pak Hasyim Muzadi, rek!" ucapnya.***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:rmol.id
Kategori:Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww